TAJUK -:- Jangan Hanya Menanam Pohon

pohonPROGRAM pemerintah menanam 100 juta pohon di seluruh Indonesia sudah dimulai bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan nasional. Acara seremoni penanaman serentak dilaksanan di seluruh Indonesia, termasuk di Sultra, Jumat (28/11). Untuk Sultra sendiri kebagian 110 ribu pohon tersebar di 12 kabupaten dan kota.

Program menanam pohon atau dapat diistilahkan penghijauan sering dilakukan. Hampir setiap tahun mulai pusat hingga daerah melakukan kegiatan Pekan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (PPKAN). Apalagi kalau bukan dengan cara menanam aneka jenis tumbuhan jangka panjang yang biasa digunakan sebagai pohon pelindung.

Entah sudah berapa banyak pohon ditanam dari sabang sampai merauke, namun kejadian-kejadian alam akibat kerusakan hutan terus terjadi hingga kini. Kesadaran akan pentingnya keseimbangan alam masih menjadi barang langka bagi rakyat Indonesia. Masyarakat masih lebih memilih mengedepankan urusan perut dibanding masa depan lingkungannya. Kondisi inilah yang sering dimanfaatkan cukong-cukong kayu untuk mengeruk keuntungan di sektor kehutanan meski dengan cara ilegal.

Seharusnya, sebelum program penanaman 100 juta pohon dimulai, harus dilakukan revisi terlebih dahulu terhadap undang-undang yang mengatur soal illegal loging di tanah air. Minimal hukuman diberikan mereka-mereka yang terbukti melakukan praktek ilegal loging mendapat hukuman berat seperti halnya pelaku korupsi. Atau kalau perlu hukumannya sampai hukuman mati.

Apalah artinya 100 juta pohon, kalau kemudian kesadaran tentang keseimbangan alam masih terkalahkan dengan kepentingan perut? Masyarakat bukannya tidak dapat dibina atau di didik cara arif memelihara dan memanfaatkan hutan. Sebagai rakyat, pemerintah tentu saja berkewajiban memberikan pengetahuan mengenai tata cara mengolah hasil-hasil hutan yang lebih arif dan ramah lingkungan. Yang justru dihindari bagaimana agar izin-izin pengolahan hasil-hasil hutan tidak begitu mudah dikeluarkan. Selain itu, secara rutin memberikan edukasi lingkungan kepada siswa SD hingga perguruan tinggi dengan tujuan agar sejak dini generasi muda memahami arti pentingnya kelestarian alam dan lingkungannya di masa datang.

Langkah-langkah tersebut sebagian sudah dilaksanakan, yakni edukasi kepada petani maupun generasi muda yang berada di bangku-bangku pendidikan. Yang belum terwujud hingga kini pengetatan keluarnya izin pengolahan hasil hutan. Demikian pula sanksi hukum bagi pelaku ilegal loging belum begitu memberikan efek jera. Sepanjang mereka memiliki duit dan dekat dengan kekuasaan, dipastikan hukuman diberikan terbilang ringan atau boleh jadi dibebaskan di tengah jalan. Sepanjang komitmen memelihara kelestarian lingkungan dengan cara melakukan gerakan penanam 100 juta pohon belum sepenuhnya dilakukan semua pihak, sepanjang itu pula program tersebut hasilnya akan nihil. Mari belajar dari kasus-kasus banjir, tanah longsor serta peristiwa alam lainnya di beberapa daerah yang bersumber dari ketidak-arifan mengelola lingkungan. Pasalnya, semua kerusakan baik di darat maupun di laut pada dasarnya akibat ulah dan perbuatan manusia. Jadi jangan sesali kalau musibah juga menjadi balasan dari perbuatan tersebut. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s