Wapres Tak Setuju Buton Raya

Kendari, KP

Keinginan membentuk Provinsi Buton Raya bakal menemui tantangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla mensiyalkan ketidaksetujuannya terhadap rencana menjadikan Sultra menjadi dua provinsi. “Daerah Sultra tak telalu besar mau pecah lagi. Coba lihat di Jawa. Di Jawa Barat saja penduduknya mencapai 40 Juta, tak pernah mau pisah-pisah. Kenapa di Sultra ini, penduduknya hanya dua juta mau pisa lagi,” kata Wapres Jusuf Kalla, saat memberikan pengarahan di acara silaturahmi Kerukunan Masyarakat Sulawesi Tenggara (KKST) Jakarta di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (29/11).

“Nanti lebih banyak ongkos kantor gubernur daripada ongkos bikin sekolah. Nanti ongkos gubernur, DPRD, ongkos macam-macam banyak sekali akhirnya lupa rakyatnya. Jadi, ini penting sekali lagi. Kita tak melarang aspirasi, tapi juga liat bagaimana sebuah kegiatan itu harus mensejahterakan rakyat, jangan hanya mensejahterakan pemimpin. Jadi, itu supaya dimaklumi, agar kita membangun bersama-sama. Ini untuk kedepannya,” tambah Jusuf Kalla, yang langsung mendapat applaus dari warga Sultra yang mengikuti kegiatan tersebut.

Pendapat Jusuf Kalla itu disampaikan setelah terlebih dahulu mengambarkan potensi Sultra yang luar biasa, baik sektor perkebunan dan pertaniannya, mau pun sumberdaya alamnya seperti emas dan nikel, dll. Demikian juga orang-orang Sultra, sama dengan orang-orang Sulawesi di mana mana saja, mempunyai tingkat kemampuan dan kerajinan yang luar biasa, walaupun di tempat yang sulit. “Bukan hanya di Tanjung Priok banyak orang Sultra. Ketika saya datang ke Flores, ada satu Pulau dihuni orang Buton. Cari ikan dan tripang sampai ke Australia pun orang Buton, sehingga banyak yang masuk penjara di sana juga orang Buton. Saya bilang sama Perdana Menteri Australia Utara, mereka tak melanggar hukum karena sejak dulu nenek  moyangnya begitu, apa yang dilanggar orang Sultra ini. Tapi dia bilang, iya memang dulu begitu, tapi sekarang  tak boleh lagi,” katanya.

“Ini artinya, kita semua mempunyai kemampuan memberikan dan mencari sumber daya alam, mencari rejeki yang halal di manapun. Ini memberikan kita semua apabila kekuatan orang dan kemampuan daerah di satukan saya yakin pastilah di Sultra ini menjadi bagian yang sangat maju,” katanya.

Demikian juga pemimpin dari Sultra, lanjutnya, mempunyai prestasi tersendiri. Pak Sabara (Gubernur Edy Sabara, Red) misalnya, tercatat  pemegang rekor gubernur sampai sekarang. Tak ada orang di Indonesia yang menjadi gubernur di delapan provinsi, hanya Pak Sabara. “Kepemimpinannya diterima di mana saja. Karena itu, saudara Nur Alam juga harus mengikuti jejak kepemimpinan seperti itu. Dapat diterima oleh siapa saja, dapat memimpin di mana saja, yang penting berkemampuan memajukan daerah,” katanya.

Diakui Jusuf Kalla, perkembangan daerah dan semakin majunya pengetahuan masyarakat, tentu berdampak pada banyak kemauan dan kebutuhan orang. “Karenanya, pemimpin sekarang harus lebih pintar ketimbang dulu, menangani semua keinginan dan kemauan masyarakat yang makin banyak,” kata Jusuf Kalla, yang selanjutnya menyoroti rencana pembentukan provinsi Buton Raya.
Jusuf Kalla Diundang ke Sultra

Acara silaturahmi KKST bersama Jusuf Kalla dan perkenalan dengan Gubernur Sultra, H Nur Alam SE dan Wakilnya Saleh Lasata dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Priyanto, Muspida Sultra, Walikota Kendari, Ir Asrun M.Eng.Sc, Bupati Buton, Sjafei Kahar dan Wakilnya Ali Laopa, Pj Bupati Kolaka, Ali Nur, Wakil Bupati Konsel, Sutoardjo Pondiu, Sekda Sultra, Zainal Abidin dan para kepala dinas lingkup Pemprov, serta sejumlah anggota DPR RI.

Pada kesempatan itu Gubernur Nur Alam menyatakan kesyukurannya, karena acara silaturahmi masyarakat Sultra di Jakarta dihadiri langsung oleh Wapres Yusup Kalla. “Dalam perjalanan dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan baru di usianya ke 45, masyarakat dan pemerintah provinsi Sultra, dalam menyelenggarakan acara silaturahmi seperti ini dapat dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Presiden RI. Tentu momentum ini nilai dan maknanya akan terus tertanam di dalam hati sanubari seluruh elemen masyarakat Sultra,” katanya.

Nur Alam juga mengatakan Wapres Jusup Kalla merupakan dambaan dan harapan seluruh elemen masyarakat Sultra, baik yang berada di Sultra maupun yang ada di seluruh wilayah  Indonesia. Sebab, Jusuf Kalla selama ini telah  menunjukkan banyak komitmen untuk membangun Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang pada mulanya, atau pada awalnya isu KTI hanyalah slogan politik yang hampir tak bisa diwujudkan. “Namun kehadiran dan amanah yang telah beliau pikul selama ini secara nasional tentu sekaligus membawa angin segar buat pembangunan kawasan Timur Indonesia juga sekaligus Sultra,” katanya.

Pada kesempatan itu Nur Alam juga menyatakan komitmen, khususnya pemerintah dan insya Allah bersama-sama masyarakat Sultra, untuk terus dan menanti petunjuk atau arahan-arahan dari Wapres Jusuf Kalla ke jalan mana yang harus ditempu bersama-sama dalam memelihara kesinambungan pembangunan, khususnya percepatan pembangunan Sultra. “Kami tetap menunggu perintah apa yang harus kami lakukan dalam mengisi pembangunan, sosial kemasyarakatan di provinsi Sultra yang kami cintai,” katanya.

Terakhir Gubernur memohon perkenaan Wapres untuk hadir di Sultra, karena pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta masyarakatnya sangat mendambakan kehadirannya. “Kalau tanggal 25 September lalu, Bapak Presiden RI telah melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari, ibukota Sultra, maka akan lebih afdal perjalanan tersebut kiranya Bapak Wapres juga berkenaan meluangkan waktu untuk datang ke Kendari. Sebab, sesungguhnya seluruh masyarakat dan pemerintah daerah propinsi, kabupaten dan kota sudah lama merindukan kehadiran Bapak di sana,” kata Nur Alam, seraya secara khusus menitipkan warga Sultra di Jakarta kepada Wagub DKI Jakarta, untuk diasu, diarahkan, sehingga bisa berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pembangunan daerah, khususnya di DKI ini. (wal)

One thought on “Wapres Tak Setuju Buton Raya

  1. saya sangat setuju dengan pembentukan buton karena dilihat dari sumber daya dan alam sudah begitu memnuhi syarat dan kelayakannya untuk menjadi propinsi baru untuk indonesia khususnya diwilayah timur. adapsun pernyataan pak yusuf itu hanya sekedar arahan untuk sekedar pertimbangan tapi niat untuk buton raya tetap dibulatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s