Angkutan Haji Sultra Juga Amburadul

Kendari, KP

Kesabaran jamaah haji Sultra benar-benar diuji tahun ini. Selain sulit memperoleh makanan dan minuman karena letak penginapan yang berjarak 8 kilometer dari Mekkah, calon haji (Calhaj) pun harus berebutan angkutan. Tak heran banyak jamaah yang terpaksa harus saling sikut hanya agar bisa menumpang menuju Masjidil Haram, Mekkah.

Anas Nikoyan, seorang Calhaj asal Kendari mengaku pengaturan transportasi jamaah haji Sultra sangat amburadul. Pasalnya, bis yang digunakan sebagai transportasi jamaah yang akan beribadah di Masjidil Haram hanya 15 unit sementara Calhaj Sultra mencapai 1690 orang plus 5 orang petugas.

Padahal, informasi yang disampaikan di salah satu wabsite Depag bis yang disediakan mencapai 620 unit. “Kacau memang ini barang! Transportasi yang tadinya ditanggung pemerintah, justru menjadi tanggungjawab jamaah. Bayangkan, hanya untuk menumpang ke masjidil Haram kita sudah main sikut segala seperti mencium Hajar Aswad saja. Kita mungkin masih bisa berebut, tapi yang sudah tua terpaksa tidak ikut karena situasinya tidak aman,” terang Anas Nikoyan, salah satu dosen di Unhalu, via telepon selulernya, kemarin.

Selain ada jamaah yang terpaksa tidak ikut ke Masjidil Haram, lanjut dia, ada yang memilih naik taxi dengan biaya sendiri. Daripada terpental akibat berebutan bis, terutama yang berusia lanjut, mereka pun memutuskan naik taxi atau angkutan darat lainnya.

Hal senada disampaikan Masyur Pawata, jamaah haji asal Sultra. Ia mengatakan, pemerintah justru melakukan pembohongan publik karena dalam wabsite-nya menyebutkan adanya 620 bis yang sediakan. Faktanya hanya 15 saja yang beroperasi melayani ribuan jamaah. “Saya berharap pemerintah membenahi hal-hal yang menyulitkan jamaah,” katanya, juga melalui telepon selular.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas penunjukkan ketua kloter yang tidak punya pengalaman. Asal tahu saja, kloter mereka dipimpin Daming mantan Ketua STAIN, yang dianggap “anak buahnya” tidak berpengalaman. Akibatnya, pengaturan kamar amburadul sehingga terkadang ada jamaah yang mengambil kaplingan kloter lainnya.

Menyikapi keluhan jamaah yang kedua kalinya, Kakanwil Depag Sultra  Abdul Muis yang akan dikonfirmasi masalah tersebut, tugas ke luar daerah. Namun, sebelumnya, ia menyatakan, pemerintah telah siapkan 600-an bis yang keliling 1 X 24 jam sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kalaupun ada yang tidak naik bis, berarti yang bersangkutan terlambat sehingga tertinggal. Sebenarnya tidak ada masalah karena semua kemungkinan kendala sudah diantisipasi pemerintah Indonesia,” ujarnya beberapa waktu lalu.(emi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s