Bla…Bla…Bla…

Famili Dim3nsi (sapaan bagi pembaca rubrik Dim3nsi, red) sedikit banyaknya pasti udah pada kenal dengan yang namanya AIDS. Yap…Penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini, kerjanya adalah merusak sistem kekebalan tubuh manusia hingga menyebabkan kematian. Ironisnya lagi, penularan penyakit tersebut tidak mengenal batasan usia lho. Ghimana nich, komentar Famili Dim3nsi dengan tema kita kali ini ?

Hindari Pergaulan Bebas

“AIDS, merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh virus HIV. Penyebarannya melalui hubungan seksual atau jarum suntik yang tercemar, sehingga mengakibatkan sistem imun alias kekebalan tubuh kita menjadi menurun,” ujar Devi Alvionita, Siswi Kelas II Akomodasi Perhotelan 2 SMKN 3 Kendari.

Baginya, AIDS adalah penyakit yang sangat menakutkan. “Korbannya terus bertambah, sementara obatnya belum ditemukan sampai saat ini. Kita harus sama-sama mencegah penyebaran AIDS, misalnya dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Bagi remaja, jangan terlibat dalam pergaulan bebas. Sedangkan bagi yang telah berkeluarga, jangan berganti-ganti pasangan,” terangnya. (M4/yen)

Momok yang Mengerikan

“Mendengar kata HIV/AIDS, itu seperti momok yang mengerikan. Apalagi, konon HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Meski, ada beberapa kelompok yang punya risiko lebih besar terkena penyakit ini. Seperti, kelompok orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan,” tutur Fernando Oktavianus.

Siswa SMKN 3 Kendari ini, juga mengaku sangat prihatin dengan mereka yang terkena HIV/AIDS. “Saya berharap, semua pihak terkait tidak bosan-bosannya memberikan sosialisasi mengenai penyakit HIV/AIDS kepada semua kalangan. Termasuk, para remaja dan ABG,” harapnya. (M4/yen)

Fenomena Gunung Es

“Fenomena penyakit AIDS, bagaikan gunung es yang kelihatannnya banyak tetapi hanya sedikit yang terlihat dipermukaan. Sehingga, perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif alias pencegahan,” kata Undeng, sapaan akrab Arniyanti.

Menurut remaja yang duduk di Kelas II SMKN3 Kendari ini, tindakan preventif tersebut dapat dilakukan dengan cara sosialisasi maupun bimbingan atau konseling. “Selain masyarakat jadi sadar untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit AIDS, masyarakat juga bisa memperlakukan para pengidap AIDS sama seperti manusia normal lainnnya. Mereka jangan dikucilkan,” ujarnya (M4/yen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s