Korban Kebakaran Akhirnya Tewas .:. Satu Lainnya Masih Kritis

Kendari, KP

Duka mendalam kini menyelimuti keluarga Abrisal. Istrinya, Arni yang jadi salah satu korban kebakaran di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari, Minggu (30/11) lalu akhirnya meninggal dunia. Wanita berusia 21 tahun itu lalu hanya mampu bertahan sekitar 24 jam menjalani perawatan intensif di RSU Santa Anna Kendari.

Arni menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 09.20 Wita, kemarin (1/12).  Sejak ia dilarikan ke rumah sakit swasta itu, Arni memang sudah tak pernah lagi sadarkan diri. Wanita asal Makassar itu akan dimakamkan di TPU Punggolaka Kendari setelah keluarganya tiba di Kendari. Jenazah Arni disemayamkan di rumah kakak iparnya di Jalan Kakatua Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.

Dalam peristiwa kebakaran di TPI Kendari itu memang ada tiga orang wanita jadi korban. Mereka adalah Kiki, Zubaedah, dan Arni. Tapi hanya dua nama terakhir itulah yang parah, sedang Kiki hanya mengalami luka ringan dan bisa langsung pulang. Setelah menjalani perawatan, nyawa Arni tidak tertolong lagi. Sementara Zubaedah kini masih dinyatakan dalam kondisi kritis.

Tenaga Medis yang menangani Arni dan Zubaedah, dr. Md. Christian, Sp.B mengatakan, luka bakar yang dialami Arni cukup luas dan parah. Nyaris di sekujur tubuhnya atau sekitar 50 persen mengalami luka bakar. Termasuk derajat kedalaman luka bakar (grade) mencapai 50 persen.

“Sangat sulit tertolong. Dengan grade 50 persen cukup tinggi dan tubuh sudah hampir matang. Lukanya juga cukup luas. Tingkat kesadaran Arni sejak masuk mengalami penurunan. Kami hanya bisa memberikan penguatan mental pada keluarganya. Meski telah diberi pertolongan seoptimal mungkin, namun nyawa Arni tidak bisa tertolong lagi,” ujar  dr. Md. Christian, Sp.B saat ditemui usai visited di kamar perawatan Zubaedah, kemarin.

Sedangkan, pasien yang bernama Zubaedah, lanjutnya, masih dalam kondisi kritis. Masa kritis yang harus dilewati Zubaedah minimal 5 hari sejak masuk rumah sakit. Dalam masa kritis, kondisi kesehatannya masih labil apalagi Zubaedah mengalami luka bakar dengan grade sekitar 40 persen.

“Saat ini (kemarin siang,red) tingkat kesadaran Zubaedah masih bagus. Mudah-mudahan dapat sembuh cepat. Meski demikian, kami tetap mengantisipasi sebab bisa saja besok (hari ini) tingkat kesadarannya menurun,” terang dokter spesial bedah itu.

Wakapolresta Kendari, Kompol Agoes Soejadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan jika kebakaran tersebut akibat ledakan kompor yang sebelumnya digembor-gemborkan warga sekitar. “Kami tidak bisa menelan pernyataan tersebut tanpa ada bukti,” katanya, kemarin.

Pihak penyidik, dalam hal ini, Satreskrim Polresta Kendari akan memanggil beberapa orang saksi yang melihat pertama kali kejadian kebakaran yang menelan korban jiwa itu. Tentang beberapa jumlah saksi kata Agoes, belum bisa dipastikan. Pasalnya, pihak penyidik masih sedikit fokus di lokasi kejadian perkara (TKP).

Selain itu, jika melihat keterangan lisan dari warga, memang saat kejadian, ada beberapa orang warga yang mendengar ledakan dasyat. “Nah.. ledakan inilah yang kami akan selidiki apakah memang dari kompor atau benda lain,” pungkasnya. (cr3/ano)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s