Penyuap Bulyan Kena Empat Tahun

Jakarta, KP

Tuntas sudah satu episode kasus korupsi proyek pengadaan kapal patroli di Ditjen Perhubungan Laut Dephub. Salah satu terdakwa, Direktur PT Bina Mina Karya Perkasa Dedi Suwarsono, hanya bisa tertunduk ketika majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Dedi menjadi terdakwa kasus lelang fiktif yang juga menyeret anggota Komisi V DPR Bulyan Royan.

’’Terdakwa Dedi Suwarsono terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan tender di Dephub. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan dan mengenakan biaya perkara Rp 10 ribu,’’ ujar Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto ketika membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin.

Majelis hakim menilai hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah terbukti bersekongkol dengan aparatur negara dengan tujuan mendapat pekerjaan. Terdakwa juga telah memberikan preseden buruk terhadap pelaksanaan lelang yang dilakukan pada lembaga pemerintahan. ’’Terdakwa mengetahui bahwa tindakan tersebut salah, tapi tetap dilaksanakan,’’ jelas hakim. Dedi dikenai dakwaan primer, yakni pasal 5 ayat 1 huruf a UU No 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001.

Dedi dinilai terbukti memberikan uang Rp 1,68 miliar kepada anggota Komisi V DPR Bulyan Royan agar bisa memenangkan proyek pengadaan 24 kapal patroli tipe FRT. Uang suap itu diberikan agar DPR menentukan pemenang proyek sebelum proses lelang fiktif yang dilakukan pada 18 Januari hingga 30 April 2008. Tender pengadaan kapal patroli kelas III dengan spesifikasi panjang 28,5 meter di Ditjen Hubla itu bernilai Rp 23,2 miliar.

Selain terbukti menyerahkan sejumlah uang kepada Bulyan, Dedi terbukti memberikan sejumlah uang suap kepada pejabat negara lain. Yakni, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dephub Joni Anwir Algamar Rp 5 juta dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tansean Parlindungan Malau Rp 152 juta dan USD 2.000 (sekitar Rp 20 juta).

Hal-hal yang meringankan dan menjadi pertimbangan hakim adalah terdakwa bersikap sopan selama sidang dan mengakui kesalahannya. Selain itu, majelis hakim mempertimbangkan bahwa terdakwa saat ini dalam keadaan sakit parah.

Menanggapi putusan majelis hakim, terdakwa Dedi menyatakan pikir-pikir dulu. Dia akan berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak, dari Firma Hukum Victoria. Begitu pula jaksa penuntut umum Agus Salim menyatakan pikir-pikir dulu untuk mengajukan banding. (zul/oki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s