Polisi Dalami Dugaan Korupsi BLT Wawonii

Kendari, KP

Meski penanganan dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT), di beberapa desa Kecamatan Wawonii Timur, Konawe terkesan lambat, namun pihak kepolisian hingga saat ini, tetap berupaya menindaklanjutinya. Hingga kini, polisi terus mendalami di tahapan penyelidikan, demikian juga pengumpulan data-data kasus itu.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Samin SIk, pihaknya kini terus berkoordinasi dengan pemberi informasi kasus itu, dan pihak-pihak terkait. “Kami terus mendalami dugaan korupsi BLT Wawonii Timur itu, sehingga penuntasannya sampai ke tahap penanganan perkara selanjutnya bisa lebih mudah,” katanya.

Data-data terkait kasus itu mesti dikumpulkan selengkap-lengkapnya dan seterusnya didalami, guna kelancaran penanganan perkara. “Status penanganan perkara BLT Wawonii untuk sementara dalam penyelidikan, yang pasti setelah pendalaman dinilai cukup, maka pihak-pihak terkait bakal dipanggil guna diperiksa,” tegasnya.

Sementara itu, untuk dugaan penyelewengan beras miskin (Raskin) yang dilakukan oknum kepala desa (Kades) Mawa, Wawonii Utara berinisial Jd, ketika dikonfirmasi, AKP Samin SIk, menerangkan jika penjualan Raskin itu tak sesuai kesepakatan masyarakat, dan jumlah yang disalurkan setiap kepala keluarga tak utuh lagi, maka yang bersangkutan bisa terancam penggelapan.

Menurut perwira tiga balok di pundaknya itu, dugaan kasus penyelewengan Raskin tersebut harus dimonitoring dulu, guna menentukan langkah penanganan selanjutnya. “Yang pasti kalau tak ada kesepakatan masyarakat berarti penggelapan,” katanya.

Sekedar diketahui, 1 September 2008 lalu, Gerakan Anti Korupsi (GAK) Pro SBY-JK Sultra mengadukan penyelewengan kasus BLT ke Polda Sultra, sebanyak 175 kupon BLT, dengan nilai Rp 700 ribu per kupon dari 10 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Wawonii Timur yang tak sampai ditangan masyarakat, tepatnya di desa Tekonea, Tekonea, Dimba, Mata Dimba, Polara, Lebo, Munse Indah, Ladianta, Tondonggito, Wakadawu, Mosolo dan
Kelurahan Munse.

Sementara, dugaan korupsi Raskin dana BLT di desa Mawa, kecamatan Wawonii Utara dilakukan dengan modus tak memberikan jatah Raskin kepada 7 KK, mengurangi jumlah Raskin bagi 100 lebih KK, sebanyak 2 kilogram, sehingga jatah setiap KK seharusnya 30 kilogram, justru hanya diberikan 28 kilogram dalam setiap dua bulannya.

Harga Raskin dari Bulog ditentukan Rp 1600 perkilogram, tapi saat penyalurannya dijual Rp 2428 perkilogram, tanpa kesepakatan masyarakat. Penyelewengan itu diduga selama periode Februari sampai Desember 2008 itu. Selain itu, dari 102 penerima BLT, terdapat sembilan nama fiktif alias nama-nama itu tak ada di desa Mawa, tetapi anehnya kades justru mengambil dananya.Nama-nama fiktif penerima BLT yang diuangkan oknum Kades Mawa itu ditandatangani kepala pos setempat.(cr5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s