Puluhan Alumni Bombana Terserang Muntaber

Andoolo, KP

RSUD Konsel yang berbatasan langsung dengan lokasi pertambangan Emas Bombana menjadi satu-satunya rumah sakit yang cepat diakses oleh warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kepala RSU Konsel, dr Maharayu menyebutkan, pasien yang dirawat di RSUD kelas III itu mayoritas warga Konsel dan baru saja pulang dari Bombana mendulang emas. Ada pula beberapa pasien dari Kabupaten Konawe, Konut dan Kolaka bahkan Padang Sumatera Barat yang juga tercatat sebagai pendulang emas Bombana. ”Kurang lebih 30-an pasien menderita diare akut, sehingga diperlukan penanganan intensif. Dalam tiga hari ini saja, beberapa Puskesmas di Konsel kewalahan menangani pasien. Puskesmas Tinanggea saja kehabisan cairan infus, sehingga harus dilarikan di RSUD Konsel untuk dirawat,” katanya.

Mantan Kepala Puskesmas Lainea itu menambahkan, pasien yang dirawat di RSUD Konsel mendapat pelayanan prioritas, mengingat kondisinya sudah sangat lemah. Terpenting juga RSUD melayani pasien dari berbagai daerah di Sultra bahkan Indoensia cukup dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibawah serta. ”Pasien yang sudah sembuh sudah ada yang dipulangkan, tetapi masih ada yang masuk dengan dua kategori penyakit yakni diare dan kulit gatal-gatal,” tandasnya.

Dua hari terkahir, RSUD Konsel telah merawat puluhan penderita diare yang berasal dari lokasi pertambangan emas Bombana. ”Semua pasien yang dirawat di RSUD ini adalah warga yang berasal dari lokasi pendulangan emas dengan penyakit diare. Alahamdulillah semuanya tertangani baik, karena pasien yang datang belum parah. Tetapi jika ini tidak mendapat pelayanan kesehatan, kondisinya bisa merenggut jiwa, mengingat kondisi fisik pasien sangat lemah dan kehabisan cairan,” ujar Kepala RSUD Konsel, dr Maharayu kepada koran ini usai melakukan pemeriksaan pasien di RSUD, kemarin.

Sementara itu salah seorang pasien yang ditemui koran ini mengaku, diare yang dideritanya akibat kondisi pertambangan di Bombana yang semakin kotor. ”Tidak ada lagi air yang dapat kami gunakan untuk sekedar cuci badan, apalagi yang hendak digunakan untuk memasak nasi dan untuk kperluan minum. Inilah yang menyebabkan kami menderita sakit perut dan diare,” ujar Akbar, kemarin.

Begitu juga dengan Udin, pasien dari Konawe mengaku, diare bukan saja karena kondisi air yang sudah keruh, tetapi jua bau busuk di lokasi penambangan. ”Untung saja RSUD Konsel cepat ditempuh dari lokasi, jika tidak mungkin nyawa saya sudah melayang, dengan kondisi muntah berak yang saya derita,” tandasnya.(era/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s