RI-India Kerja Sama Antiterorisme

Presiden SBY manyambut Presiden republik India, Pratibha Devising Patil di Istana Merdeka, kemarin (1/12)Jakarta, KP

Presiden India Pratibha Devisingh Patil kemarin (1/12) bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, secara resmi SBY menyampaikan simpati dan rasa duka atas serangan teroris di Mumbai, India, yang menghilangkan 195 nyawa.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Patil didampingi Mensesneg India Ashwani Kumar serta tiga anggota parlemen, Rubab Saveda, Haribhau M. Jawale, dan Agatha K. Sangma. SBY didampingi Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo Mohammad Nuh, dan Menpora Adhyaksa Dault.

Dalam pertemuan itu, dibicarakan situasi terakhir di Mumbai, pasca serangan teroris beberapa hari lalu. Patil berharap bisa meningkatkan kerja sama dengan Indonesia untuk memerangi terorisme.

’’Indonesia dan India memiliki kemiripan dalam isu-isu yang dihadapi kedua negara. Kami juga menghadapi beberapa pihak yang tidak memedulikan hidup manusia dan masyarakat. Dan baru-baru ini India harus berperang melawan terorisme,’’ kata Patil.
SBY dalam kesempatan tersebut menyampaikan simpati kepada Patil atas peristiwa Mumbai. ’’Indonesia mengucapkan belasungkawa atas terjadinya serangan teroris di Mumbai yang merenggut korban jiwa dan material yang tidak sedikit,’’ ujar SBY.

Dia juga merasa lega keadaan sudah bisa dipulihkan dan situasi berada di bawah kontrol pemerintah India. Kepada Patil, SBY mengucapkan terima kasih karena lima warga negara Indonesia asal Bali yang terperangkap di Hotel Oberoi akhirnya bisa diselamatkan.

’’Tentu itu langkah yang baik dan mudah-mudahan kerja sama seperti inilah yang terus kita lanjutkan. Satu warga negara Indonesia di luar negeri harus kita selamatkan apabila mendapatkan ancaman. Harus kita lindungi dan harus kita perhatikan hak-hak dasarnya,’’ tegas SBY.

Dalam usaha melawan terorisme, dia mengajak India serta seluruh dunia untuk bekerja sama. ’’Kita berharap kerja sama internasional dapat ditingkatkan untuk memerangi terorisme,’’ ungkapnya.

Selain kerja sama dalam menghadapi terorisme, SBY dan Patil sepakat melaksanakan kerja sama di bidang pendidikan, industri perfilman, kepemudaan dan olahraga, farmasi, serta teknologi informasi.

Peristiwa Mumbai, kata SBY, harus dijadikan pelajaran bagi aparat keamanan di Indonesia. Dia meminta aparat meningkatkan kewaspadaan agar teror tidak terjadi di Indonesia.

Dari istana presiden, Patil bersama rombongan melanjutkan silaturahmi ke gedung parlemen Senayan. Dia ditemui secara terpisah oleh pimpinan DPD, DPR, dan MPR di kantor masing-masing yang berada di tiga lantai yang berbeda.

Pukul 11.00, Patil diterima Ketua DPD Ginandjar Kartasasmitha di lantai 8 Gedung Nusantara III. Ikut mendampingi, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, sejumlah anggota DPD, serta Sekjen DPD Siti Nurbaya Bakar.

Dalam perbincangan sekitar 30 menit, Ginandjar menyampaikan belasungkawa atas tragedi teror di Mumbai. Dia juga mengutuk peristiwa itu sebagai suatu kejahatan terhadap kemanusiaan, bahkan penghinaan terhadap Islam. ’’Tindakan (teror) dengan mengatasnamakan Islam justru melecehkan agama Islam. Sebab, Islam tidak pernah membenarkan adanya pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah,’’ ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah merasakan teror berbentuk pengeboman. ’’Bali sudah dua kali dibom. Hotel JW Marriott juga sudah diserang. Jadi, kami merasakan betul kesedihan dan kesengsaraan warga sipil akibat kegiatan terorisme,’’ ungkapnya.

Menurut dia, aksi-aksi terorisme tersebut lolos karena adanya kesenjangan dalam kerja sama badan-badan intelijen dan kepolisian antarnegara. ’’Kalau dijalin kerja sama yang lebih kuat, hal seperti itu tidak perlu terjadi lagi,’’ kata wakil dari Jawa Barat tersebut.

Dalam pernyataannya, Patil kembali menyampaikan terima kasih atas simpati yang amat besar dari masyarakat Indonesia terhadap tregedi yang menimpa negaranya. Dia juga berharap kejadian tersebut bisa dicegah di kemudian hari melalui kerja sama yang lebih kuat antara negara-negara sekawasan.

Setelah diterima Ginandjar, Patil langsung turun ke lantai 3 Gedung Nusantara III untuk menemui Ketua DPR Agung Laksono. Dari Agung, Patil kembali naik ke lantai 9 untuk menemui Ketua MPR Hidayat Nurwahid.(tom/pri/dyn/iw/oki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s