TAJUK -:- HIV/AIDS Ancaman Nomor Satu

SETIAP tanggal 1 Desember seluruh masyarakat dunia memperingati hari AIDS. Hari dimana seluruh elemen diingatkan kembali akan bahaya dari AIDS itu sendiri yang hingga kini belum ditemukan obat penangkalnya. Tidak hanya itu, masyarakat juga dibiasakan untuk hidup bersama-sama dengan mereka yang sudah dinyatakan positif tertular HIV.

Sayangnya, setiap tahun diperingati bukannya angka penderita dan korban menurun, justru trendnya semakin meningkat. Padahal, lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah tak kalah gencarnya menkampanyekan pentingnya pencegahan serangan HIV/AIDS. Lantas dimana letak kekurangan dari gerakan tersebut?

Ada beberapa alasan mengapa pengetahuan mengenai HIV/AIDS masih dianggap angin lalu serta tidak penting untuk diketahui, yakni cara penularan serta dampak ditimbulkan manakala seseorang sudah dinyatakan positif tertular HIV. Juga masih adanya stigma kalau virus tersebut hanya menyerang atau menghiggapi kelompok tertentu, sementara lainnya mengaku “bebas” dan tidak mungkin tertular. Berikutnya, penanganan penderita HIV/AIDS di rumah sakit masih terkesan setengah hati bahkan sangat tertutup. Tak heran, begitu ada informasi seseorang dinyatakan positif tertular HIV meski bukan dari Pekerja Seks Komersial (PSK) jatuhlah vonis kalau si penderita wajar terkena virus karena terkait erat dengan pekerjaannya sebagai PSK. Akibatnya, setiap penderita berupaya diisolasi dan tidak dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya, meskipun kondisi fisiknya tetap sehat. Padahal, dengan memberi ruang kepada penderita, sekaligus menjadi “juru kampanye” di masyarakat tentang bahaya penularan HIV/AIDS itu sendiri. Sejauh ini di Sultra belum ada satupun pengidap yang ditampilkan di publik untuk memberikan testimoni mengenai HIV/AIDS, termasuk asal-muasal sehingga dirinya tertular virus tersebut.

Kasus-kasus diatas seharusnya menjadi bahan evaluasi semua elemen yang bergerak dibidang penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Wabah HIV/AIDS jangan lagi dianggap remeh, tapi dijadikan salah satu program utama untuk mengedukasi masyarakat bagaimana melakukan proteksi dini sebelum dinyatakan positif tertular. Pasalnya, serangan HIV/AIDS tidak hanya menyerang kaum Pekerja Seks Komersial (PSK)—bisa wanita bisa pria, tapi kelompok di luar itupun seperti kaum ibu rumah tangga justru sangat rentan. Mengapa? Apakah ada jaminan bagi suami-suami kalau mereka tidak doyan “jajan” di luar? Manakala prilaku ini sering terjadi, yakin saja HIV akan ikut menulari kaum ibu rumah tangga beserta bayi dalam kandungannya lewat suami-suami seperti itu. Sementara HIV itu sendiri proses penularannya paling cepat lewat hubungan seks dengan penderita HIV.

Satu hal lagi yang dinilai mengapa HIV/AIDS dianggap remeh terkait masa penularannya hingga seseorang dinyatakan positif tertular terbilang cukup lama, yakni antara lima hingga sepuluh tahun. Kurun waktu itulah seseorang merasa “aman” meski berulang kali melakukan hubungan seks bebas tanpa pengaman.

Sebenarnya, kunci dari pencegahan HIV/AIDS itu sendiri terletak dari prilaku manusia itu sendiri. Kalau masyarakat gemar berganti-ganti pasangan dengan melakukan hubungan seks secara bebas, gemar menggunakan obat-obatan terlarang, yakin saja HIV/AIDS akan tetap mengancam. Kedua prilaku ini merupakan dua dari empat media utama penularan HIV disamping transfusi darah yang sudah tercemar HIV serta ibu hamil yang tertular HIV kepada bayinya. Mari kembali kita merenung dan melakukan evaluasi di Hari AIDS tahun ini. Semua elemen harus bertekad bahwa HIV/AIDS menjadi musuh nomor satu yang harus diberantas. Serangannya lebih ganas dari penyakit diare, DBD, TBC, jantung bahkan serangan teroris sekalipun. Sekali seseorang dinyatakan positif dan tidak terdeteksi dipastikan akan menulari puluhan bahkan ratusan hingga ribuan orang tanpa diketahui dari mana memperoleh virus tersebut. Jadi jangan anggap remeh lagi serangan HIV/AIDS.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s