Gaji Honorer Diknas Sultra “Disunat” .:. Jumlahnya Rp 900 Ribu

Kendari, KP

Puluhan tenaga honorer lingkup Dinas P dan K Sultra, bagian Pendidikan Luar Sekolah (PLS) harus merelakan gaji mereka sebesar Rp 900 ribu dipotong. Uang itu adalah jumlah satu bulan honor mereka yang digunakan institusi besar itu demi membiayai pertemuan sekali tahun penyusunan program PLS itu.

Harusnya, para honorer menerima gaji sekali dalam empat bulan. Tetapi karena alasan pertemuan itu, mereka harus mengikhlaskan satu bulan honor dipotong. Asal tahu saja, ada 50 orang tenaga honorer di Dinas P dan K dengan gaji Rp 900 ribu tiap bulan. Jika ditotal, sekali dipotong bisa terkumpul Rp 45 juta.

Kepala Seksi PLS Dinas P dan K Sultra, Sainal K saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin, langsung membantah keras jika pemotongan seperti disebut disunat. Ia akui adanya pemotongan uang Rp 900 ribu dari tenaga honorer yang berasal dari satu bulan honornya.

Para honorer itu menerima honor sebanyak 4 bulan mulai Januari sampai April 2008 yang dibayarkan di bulan Mei, dan setiap tahunnya ada pertemuan untuk melakukan evaluasi kinerja akhir tahun dan membicarakan program ke depan. Nah, kata Sainal, pertemuan itulah yang dibiayai untuk keperluan makan dan sebagainya.

“Sementara pertemuan seperti itu tak ada anggarannya dalam DIPA, jadi mereka mengumpul uang untuk membiayai pertemuan mereka sendiri,” jelasnya. Mantan staf PLS itu melanjutkan, uang Rp 900 ribu diberikan para tenaga honorer tanpa paksaan, malah disahkan dalam bentuk surat pernyataan.

“Sebelumnya, sebanyak 300 lebih unsur di PLS dikumpulkan, diantaranya pengelola PKBM maupun penilik, dan yang membiayai pertemuan itu melalui honornya hanya kurang lebih 50 orang. Itu dilakukan dengan suka rela,” katanya.

Sainal K mengaku ia bahkan sudah melakukan klarifikasi di Kejati Sultra dan Kejari Kendari dan hasilnya menurut jaksa tempatnya melakukan klarifikasi, itu hanya persoalan internal PLS saja. “Itu hanya persoalan internal kantor saja, kenapa mau diburu-buru. Tidak ada masalahnya, apalagi telah ada kesepakatan para honorer,” terang Sainal mengutip perkataan jaksa yang memeriksanya.

Bahkan dengan percaya diri, Sainal K mengatakan, jaksa tempatnya berkoordinasi menitip pesan padanya, jika ada wartawan dan LSM yang datang kepadanya menanyakan persoalan itu, tak usah dijawab, tapi langsung disuruh datang kepada jaksa itu. “Jadi memang tak ada pemotongan di situ,” pungkasnya.(cr5)

One thought on “Gaji Honorer Diknas Sultra “Disunat” .:. Jumlahnya Rp 900 Ribu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s