Hakim Diminta Tahan Ardin Cs

Unaaha, KP

Belasan mahasiswa melakukan aksi di Pengadilan Negeri (PN) dan Polres Unaaha, kemarin. Mereka menamakan diri Elemen Masyarakat Pemantau Trias Politika (EMPATI). Di PN Unaaha, mereka diterima Ketua PN Unaaha, Bayu Isdiyatmoko SH didampingi  M Arief Adikusumo SH (Humas).

Penanggungjawab EMPATI, Asdullah Martha menjelaskan, dana pesangon DPRD Konawe periode 1999-2004 merupakan penyanderaan terhadap Bupati Konawe, Lukman Abunawas yang dilakukan 40 anggota DPRD. “Dengan meminta dana pesangon Rp 2 miliar atau sekitar Rp 50 juta per orang. Itu indikasi pemerasan terhadap Bupati Konawe, dengan jaminan LPJ Bupati 2003 akan diterima secara mulus,” ujar Asdullah Martha kepada koran ini, kemarin.

Pengembalian dana pesangon sesuai SK DPRD Konawe bernomor 12 tanggal 19 Juni 2004, tidak menghapus tindak pidana korupsi. “Sesuai pasal 4 UU 31/999 bahwa kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana dalam pasal 2 dan 3 UU anti korupsi itu,” tegasnya.

Mengacu tuntutan JPU terhadap Ardin Cs pada persidangan Rabu (29/10) lalu yang menyatakan Ardin Cs bersalah, menguntungkan diri sendiri dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan dan sarana karena jabatannya diancam pidana pasal 3 juncto pasal 18 ayat 2 dan 3 UU 31 dengan dakwaan penjara masing-masing 2 tahun penjara, dan ditambah denda masing-masing Rp 59 juta subsidair enam bulan kurungan, dalam pernyataan sikapnya, EMPATI meminta PN Unaaha menetapkan perintah agar para terdakwa dalam hal ini Ardin Cs  ditahan. Selain itu, agar majelis hakim dalam mengadili perkara korupsi pesangon hendaknya mengacu pada asas bebas, jujur, adil dan  tidak memihak.

Mereka juga meminta hakim agar menghukum Ardin Cs dengan pidana penjara serendah-rendahnya 1 tahun sebagaimana dimaksud pasal 3 UU 31/1999 tentang pemberantasan Tipikor.

Mendengar itu, Ketua PN Unaaha, Bayu Isdiyatmoko SH mengaku menerima aspirasi massa EMPATI. Namun yang jelas majelis hakim dalam memutuskan perkara bersikap independen, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Sedangkan di Maporles Konawe, massa EMPATI yang mempertanyakan kembali sejauh mana pengusutan kasus dugaan korupsi DAK tahun 2005 dan ketekoran kas rutin yang telah dilaporkan Asdullah Martha yang tergabung dalam Konsorsium Ornop Konawe (KOK), pada 25 Januari 2007 silam, diterima Wakapolres Konawe, Kompol Riko Junaldy SIK, Kasat Intelkam, AKP Lasdi SH dan Kasat Reskrim, AKP Irwan Andy P, SIK.

Asdullah Martha menegaskan, dari hasil pemeriksaan BPK Wilayah Makassar dan Bawasda Konawe diketahui, mantan PKU Dinas Diknas Konawe, Wilayah (nama orang) tidak mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana sebesar Rp 754.986.637 dari total anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Yang terealisasi hanya Rp 2,2 miliar lebih. Dalam pemeriksaan  BPK Makassar, Wilayah tidak mampu menunjukkan bukti pembayaran sejumlah Rp 754.986.637 itu.

Begitu juga dari hasil pensus Bawasda Konawe. Ditemukan pengeluaran biaya rutin yang belum dibukukan sebesar Rp 374.274.598. Dalam realisasi dana BOS ditemukan indikasi penggelembungan atau mark up jumlah murid. Adanya kas tekor penggunaan dana BOS sekitar Rp 39,4 juta. Kekurangan fisik pengadaan buku paket SDN 3 Amosilu dan SDN Laloumer.

Pemeriksaan Dana DAK Non Dana Reboisasi untuk rehabilitasi sekolah. Kekurangan volume fisik 21 SD. Rekayasa Kelebihan Jam Mengajar (KJM) di enam SMP.

Mendengar pertanyaan EMPATI, Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Irwan Andy P, SIK menegaskan kasus tersebut telah dibuatkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari Unaaha. Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan BPKP.(din/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s