Harga Bensin Turun, Antrian Mulai Terlihat

Raha, KP

Sejak diumumkan turunnya harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter, SPBU Raha terlihat padat pembeli. Tanggal 1 Desember terlihat puluhan kendaraan roda dua dan empat antri.  Salah seorang tukang ojek, mengaku bernama La Meri  mengaku kesulitan mendapatkan bensin. “Turunnya harga bensin bukannya membantu rakyat kecil, malah tambah mempersulit. Susahnya memperoleh bensin dan harus antri berjam-jam,” katanya.

Dia menilai, lebih bagus bensin tetap berharga Rp 6000 tapi diperoleh dengan mudah, ketimbang Rp 5500 tapi antrinya berjam-jam. “Saat bensin belum turun harganya, kita tidak pernah antri begini. Kita mau beli di enceran, harganya masih harga lama. Satu botol Rp 7000 ribu,” tegasnya. “Kojalan kaki kalau tidak mau antri,” celetuk salah seorang pembeli lainnya.

Salah seorang staf SPBU Rapesa,  Chaeroni saat dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, antrian puluhan kendaraan tidak ada kaiatnnya dengan stok bensin yang ada di SPBU. Sebab, sejak Senin (1/12) pasokan dari Depot Tampo sebanyak 32 KL dan hari ini sebanyak 24 KL, itu dianggap sudah normal. “Ini disinyalir kalau stok bensir sengaja ditahan oleh pengecer. Apalagi ada isu kalau menjelang lebaran Idhul Adha pasokan bensin akan kurang. Karena itu kami berharap bagi pengecer agar jangan menimbun bensin. Karena ini juga akan berpengaruh,” pungkasnya.(yaf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s