HMPS Psikologi Ragukan SK Rektor

Kendari, KP

Dialog akademik yang dilaksanakan tanggal 18 November dan rapat rektor tanggal 19 November lalu, ternyata tidak menghasilkan kesimpulan yang meyakinkan bagi mahasiswa Prodi Psikologi Pendidikan FKIP Unhalu.  Surat keputusan (SK) yang dihasilkan dalam dua pertemuan itu tetap menyisahkan keraguan bagi mahasiswa tentang status dan legalitas prodi yang menurut mereka tidak ada kejelasan.

Ketua HMPS Psikologi Pendidikan FKIP Unhalu, Hermanto yang ditemui kemarin (2/12) mengatakan,  mahasiswa meragukan tentang kebijakan dalam legalitas prodi psikologi pendidikan dengan  SK nomor 238 yang diedarkan  rektor dengan memperhatikan surat Dirjen Dikti Depdiknas tanggal 13 November 2007 tentang tanggapan penyelenggaraan prodi psikologi pendidikan Unhalu dan hasil lokakarya nasional bimbingan konseling tanggal 26 agustus 2008 yang hanya ditanda tangani Rektor Unhalu Prof Usman Rianse.

“Kalau memang konsentrasi bimbingan konseling  sudah resmi dibentuk, kenapa tidak ada SK dari Dirjen  Dikti, mengapa SK rektor saja?” ungkap Hermanto.

Hasil dialog yang dilaksanakan bersama Dekan FKIP Unhalu, H Barlian M Pd tanggal 18 November lalu, sudah ada gambaran bahwa tahun 2007 lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang tidak adanya izin untuk penyelenggaraan prodi pendidikan dan bimbingan. Karena itu, kebijakan yang diberikan adalah mahasiswa yang masih menempuh pendidikan saat itu  bisa melanjutkan studinya ke prodi lain, atau menyelesaikan pendidikan  dengan batas waktu yang ditentukan.

Menurutnya, hal itu menimbulkan tanda tanya besar kepada mahasiswa, jangan sampai SK rektor itu hanya memberi kenyamanan sementara kepada mahasiswa, dan bukan solusi  yang bersifat paten. “Di SK itu jelas tertulis, pembentukan Prodi Konsentrasi Bimbingan Konseling Prodi Psikologi Pendidikan FKIP Unhalu dibentuk sambil menunggu keputusan Dirjen Dikti.  Itukan belum jelas, kalau disuruh menunggu sampai kapan?” katanya.

Jika memang pembentukan prodi  sudah disetujui  Dikti, seharusnya pihak universitas menyosialisasikan hal itu kepada mahasiswa, agar tidak ada lagi keraguan hingga alumni maupun mahasiswa dapat menjalankan kuliah dengan nyaman serta tahu tentang status prodinya. “Kami sudah mencoba konfirmasi dengan rektor, tetapi tidak bisa ditemui, demikian pula dengan dekan hanya berpatokan pada SK bahwa itu adalah keputusan universitas,” ungkapnya kecewa.(m3)

2 thoughts on “HMPS Psikologi Ragukan SK Rektor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s