Lima Jam Berunding, Lapindo Terus Berkelit

Jakarta, KP

Ribuan warga korban lumpur yang berangkat ke Jakarta mengaku kecewa. Mereka gagal mendapatkan kepastian pelunasan ganti rugi 80 persen dari Lapindo Brantas Inc. Hingga tadi malam, warga masih bertahan di Masjid Istiqlal. Rencananya, hari ini perjuangan mereka dilanjutkan ke depan istana. Harapannya bisa bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Aksi warga korban lumpur dimulai sekitar pukul 09.00. Sambil membawa spanduk, mereka berjalan dari Masjid Istiqlal menuju Istana Merdeka. Sampai di istana, warga berorasi untuk menyampaikan tuntutan. Antara lain, pelunasan 80 persen ganti rugi sesuai dengan Perpres No 14 Tahun 2007 tentang cash and carry. Selain itu,  pembayarannya lunas tanpa angsuran. Mereka juga minta kepastian waktu pelunasannya. ’’Kami tidak ingin janji, bayar tanah dan rumah kami,’’ ucap Sumitro, salah seorang warga.

Aksi dan orasi yang mereka lakukan tidak berlangsung lama. Petugas keamanan istana meminta mereka minggir dari kawasan istana. Awalnya, permintaan itu ditolak warga. Namun,  demi kepentingan bersama, warga bersedia melakukan negosiasi dengan petugas keamanan istana.

Setelah negosiasi, akhirnya wakil warga diterima Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah di Kantor Kementerian PU. Jarak istana dengan kantor kementerian cukup jauh. Wakil warga pun terpaksa mencarter kendaraan pribadi menuju kantor tersebut.

Begitu sampai, wakil warga disambut Djoko Kirmanto dan Bachtiar Chamsyah. Mereka pun memasuki ruang. Di dalam ruangan tersebut, sudah menunggu General Manager Lapindo Imam Agustino dan Vice President Relation Lapindo Brantas Inc Yuniwati Teryana. Pertemuan warga dengan Lapindo Brantas Inc yang difasilitasi menteri dimulai.

Menurut Anang Arifin, salah seorang warga, selama pertemuan sekitar lima jam itu, pihak Lapindo lebih banyak diam. Setiap ditanya kapan kepastian pelunasan 80 persen, mereka beralasan harus meminta persetujuan atasannya. ’’Itu yang terucap,’’ katanya.

Sikap wakil Lapindo yang lebih memilih diam itu membuat Menteri PU Djoko Kirmanto mengambil alih kendali. Dia berencana melakukan negosiasi dengan atasan Lapindo Brantas Inc  mengenai kepastian pelunasan tersebut. ’’Pokoknya akan kami upayakan sesuai dengan yang tercantum dalam Perpres No 14 Tahun 2007,’’ ucap Anang,  menirukan perkataan Djoko.

Selain menyatakan kesanggupan, kata Anang, Djoko berjanji memberikan kabar hasil negosiasi yang dilakukan dengan atasan Lapindo Brantas Inc. ”Rencananya malam ini (tadi malam, Red), beliau memberikan kabar,” katanya. Jika tidak ada kepastian, warga berencana melakukan aksi lagi di depan istana pagi ini. ”Kami berharap bisa ditemui presiden,” ujarnya. Anang juga tidak bisa memastikan sampai kapan bertahan di Jakarta. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada warga.

Sementara itu, pemerintah mengaku belum bisa menjelaskan alasan Lapindo yang mangkir dari kewajibannya untuk melunasi sisa pembayaran 80 persen kepada korban lumpur Lapindo. ”Saya belum bisa komentar soal itu,” ujar Mensesneg Hatta Radjasa setelah mengikuti pembekalan peserta Lemhanas di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Meski demikian, dia bersikukuh bahwa Perpres Nomor 14 Tahun 2007 harus dilaksanakan oleh Lapindo. Perpres itu menjadi payung hukum bagi pembayaran ganti rugi terhadap tiga desa terdampak. Hatta juga mengaku belum mendapatkan laporan hasil pertemuan wakil korban Lapindo dengan Menteri PU Djoko Kirmanto. (riq/nuq/kim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s