Maryono Lapor Balik Azhari ke Polisi

Kolaka, KP

Setelah dilaporkan ke polres Kolaka dengan tuduhan melakukan pengancaman terhadap Rektor Universitas 19 November (USN) Kolaka Azhari, akhir pekan lalu, Maryono salah seorang dosen  luar biasa di USN balik melaporkan Azhari ke Polres Kolaka.

Dengan didampingi sejumlah LSM dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Kolaka (KMK), Maryono melaporkan Azhari dengan tuduhan pelecehan dan penghinaan terhadap Pj. Bupati Kolaka, Ketua DPRD Kolaka dan anggotanya yang merupakan representasi dari masyarakat Kolaka secara keseluruhan. “Mereka yang duduk di DPRD adalah wakil rakyat, melecehkan mereka sama saja dengan melecehkan masyarakat Kolaka, demikian pula Bupati yang merupakan pejabat Negara, ini tidak bisa dibiarkan olehnya kami meminta polisi memproses kasus ini,” tegas Maryono.

Sekertaris forum percepatan pembentukan Kabupaten Kolaka Timur ini juga melaporkan beragai dugaan penyelewengan dana bantuan Pemda Kolaka, dan bantuan PT Antam maupun PT Inco pada USN serta pembayaran SPP Mahasiswa, serta bantuan APBD Provinsi Sultra dan penggunaan dana SPP Mahasiswa kelas jauh di Kecamatan Ladongi, Tirawuta dan Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

“Kami juga meminta pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit dana keuangan di USN Kolaka, karena kuat dugaan telah terjadi penyelewengan selama kepemimpinan Azhari di USN,” tambah Mariono.

Sementara itu Dewan Pembina HMPPK Sultra  Aidil Adha menyayangkan sikap rektor USN Azhari yang terkesan arogan dan kurang memahami dinamika kampus. “Satu hal yang perlu diingat bahwa kampus USN terbangun atas partisipasi seluruh rakyat Kolaka, oleh karena itu kampus USN tidak boleh menutup diri dari kritikan apalagi yang sifatnya demi perkembangan USN kedepan,” tambah mantan ketua MPM Unhalu ini.

Di tempat terpisah rektor USN Azhari, menanggapi “dingin” laporan balik yang dilayangkan Mariyono bersama konsorsium masyarakat Kolaka. “Silahkan saja tidak ada masalah saya mau  dilapor kepolisi, tapi yang perlu diingat apa yang dilaporkan harus memiliki dasar yang kuat berupa bukti, agar bukan bersifat fitnah, karena ini adalah masalah hukum,” ujar Azhari yang dihubungi via telepon.

Terkait tuduhan penyelewengan dana bantuan baik dari Pemda maupun perusahaan PT Inco maupun PT Antam, kandidat Doktor pada Universitas Gajah Mada ini mengatakan seluruh bantuan tersebut telah di audit balik oleh BPK maupun akuntan publik. “Khusus untuk bantuan Pemda  sudah dilakukan pemeriksaan dan ternyata tidak ada penyelewengan seperti yang dituduhkan, semua ada laporannya lengkap dengan rincian penggunaanya,” pungkas Azhari.

Sebelumnya Azhari melaporkan Maryono yang juga salah seorang dosen luar biasa di USN dengan tuduhan telah melakukan pengancaman terhadap dirinya yang disaksikan oleh Kepala unit kelas jauh USN di Ladongi,  Romi. Kasus ini kini masih di proses oleh polisi.(m2/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s