Mega Incar Cawapres Muda Untuk Regenerasi

Jakarta, KP

PDI Perjuangan sudah menyusun kriteria sosok cawapres yang akan mendampingi Megawati Soekarnoputri. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDIP Taufiq Kiemas menyatakan sangat berharap sosok yang akan dipilih berasal dari kalangan muda.

Menurut dia, keinginan tersebut sebenarnya sudah cukup lama dirancang. Tujuannya bukan sekadar target pemenangan. ”Tapi, juga untuk membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan 2014,” ujarnya saat bertandang ke Gedung Graha Pena Jakarta kemarin.

Menurut dia, PDIP tak ingin mengulang kesalahan sejumlah pemimpin di Indonesia yang lupa mempersiapkan proses regenerasi pemimpin muda. ”Mbak Mega juga pernah salah soal itu. Bagaimanapun kondisinya, kita perlu belajar lah dari Gus Dur. Dia pembaru karena banyak memunculkan tokoh muda,” paparnya.

Selain cawapres yang diprioritaskan dari kalangan muda, kabinet bayangan Mega jika terpilih nanti banyak diambil dari tokoh-tokoh muda. ”Cawapres dan kabinet itu akan diumumkan sekitar Januari hingga Februari,” ungkap suami Megawati tersebut.

Hingga kini, di antara beberapa tokoh yang sedang diseleksi PDIP, tiga tokoh menguat. Yaitu, Sultan Hamengku Buwono X, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan Wapres Jusuf Kalla. Di antara ketiga tokoh tersebut, Hidayat merupakan satu-satunya yang berumur kurang dari 50 tahun. ”Prinsipnya, kami akan lihat hasil survei terakhir bagaimana,” ujarnya.

Terkait dengan partner koalisi, Kiemas menyatakan partainya masih menginginkan bisa berkoalisi dengan Partai Golkar. Dia yakin koalisi dengan partai berlambang pohon beringin tersebut akan bisa efektif membawa bangsa ini ke arah lebih baik. ”Meski ada peluang, PDIP tak mau memimpin sendirian. Harus ada koalisi yang sehat agar bisa memerintah dengan baik,” katanya.

Dia juga masih sangat yakin partainya akan kembali muncul sebagai pemenang pemilu legislatif sekaligus mengantar Mega sebagai presiden kembali.

Bagaimana sikap Golkar? Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar memberi sinyal bahwa koalisi pemerintahan SBY-Kalla yang termasuk Golkar di dalamnya masih patut dipertahankan. Dia menyatakan, popularitas SBY yang terus melonjak praktis membuka peluang dicalonkan kembali oleh partainya. ”Semua masih menunggu pemilu legislatif. Tapi, kondisi itu bisa memperkuat alasan pengajuan lagi,” jelasnya di gedung DPR, Senayan, kemarin.

Hasil survei terakhir yang dilakukan CIRUS Surveyors Group memang masih menempatkan SBY di tempat teratas dibanding capres-capres lain. Tingkat keterpilihan Megawati yang dianggap sebagai rival terkuat SBY masih jauh tertinggal. Jika keduanya dihadapkan secara head to head, SBY berpotensi mendapat 66,94 persen, sedangkan Mega hanya 31,33 persen. (dyn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s