Rasio Kredit Macet PKBL untuk UMKM Susut

Jakarta, KP

Perbaikan manajemen pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) membuahkan hasil. Ini terlihat dari susutnya rasio kredit macet (non performing loan/NPL) yang disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan, makin besarnya nilai keuntungan BUMN membuat nilai dana PKBL yang diambil dari 2 persen keuntungan BUMN juga membesar. ”Karena itu, pengelolaannya harus dibenahi agar optimal. Salah satu indikatornya dengan turunnya NPL,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI kemarin.

Berdasar data Kementerian BUMN, angka NPL dana PKBL yang hingga 2004 sempat mencapai 40 persen, saat ini sudah menyusut ke angka 15 persen dari total outstanding dana yang disalurkan sejak 2000 hingga 2007 senilai Rp 5,39 triliun. ”Kuncinya, pengelolaan PKBL dilakukan secara korporat,” kata Said.

Dia mengatakan, sebelumnya para penerima dana PKBL menganggap dana tersebut adalah hibah pemerintah, sehingga mereka merasa tidak perlu mengembalikannya. Padahal, dana tersebut seharusnya menjadi kredit bergulir.

Karena itu, kata Said, pihaknya sudah menginstruksikan kepada BUMN-BUMN penyalur dana PKBL dalam jumlah besar seperti Pertamina, Telkom, PTBA, Antam, Timah, BRI, Mandiri, dan BNI, agar menggandeng BUMN yang memiliki experties dalam penyaluran dan pengelolaan kredit mikro.

Tiga BUMN yang ditunjuk adalah Pegadaian, PNM (Permodalan Nasional Madani), dan Bahana Aventura. ”Jadi, BUMN besar fokus saja mengembangkan bisnis. Sedangkan urusan PKBL bisa dikerjasamakan dengan tiga BUMN yang ditunjuk.”

Untuk Pegadaian, kata Said, manajemen siap menyalurkan kredit ke sektor sangat mikro, melalui kredit tanggung renteng diantara anggota kelompok tersebut yang dinamakan Krista-PKBL.

Sedangkan untuk PNM, pengelolaan dana program kemitraan diharap dapat mendukung ekspansi ULM (Unit Layanan Mikro), yaitu penyeluran kredit mikro di pedesaan.

Tahun Ini Dana PKBL Yang Disalurkan Rp 1,7 T

Sementara itu, Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Pengembangan Investasi dan Bidang Kemitraan UKM Gumilang Hardjakoesoema menambahkan, nilai dana PKBL tahun ini diperkirakan mencapai Rp 1,7 triliun, yang terdiri dari dana program kemitraan sebesar lebih dari Rp 1,2 triliun dan dana bina lingkungan sebesar lebih dari Rp 400 miliar. “Angka ini naik dari dana 2007 yang sebesar Rp 1,3 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk angka PKBL 2009, Gumilang mengatakan, pihaknya belum memiliki proyeksi besarnya dana yang bakal disalurkan. Sebab, masih menunggu penyerahan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) oleh BUMN. “Kami harap dalam beberapa minggu ke depan, datanya sudah terkumpul,” katanya.

Untuk mengoptimalkan penyaluran dan pengelolaan dana PKBL, kata Gumilang, kini Kementerian BUMN sudah menyertakan indikator tersebut dalam key performance index (KPI) untuk menilai kinerja manajemen BUMN yang bersangkutan.

Sehingga, pihaknya berharap agar menejemen makin serius mengelola dana PKBL agar BUMN bisa memberikan nilai lebih bagi pengembangan sektor riil, terutama UMKM. “Dengan rata-rata bunga pinjaman 6 persen per tahun, kami harap dana PKBL bisa diakses dan dimanfaatkan optimal oleh UMKM,” jelasnya. (owi/fan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s