Rekrut Artis, Parpol Malas Bina Kader

Jakarta, KP

Ketatnya persaingan antarpartai kontestan Pemilu 2009 menyebabkan petinggi partai mencari jalan pintas untuk mendongkrak jumlah massanya. Salah satu ”jalan tol” itu adalah merekrut artis atau politisi berpengalaman yang bersedia loncat pagar. Dengan strategi itu, parpol pun malas membina kader sendiri.

”Bukan hanya parpol baru, tapi banyak parpol berpengalaman yang kami nilai malas karena banyak caleg artisnya. Bukan profesi artis yang kami soroti, tapi kemampuan dan kualitasnya yang diragukan,” ujar Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Dedy Rachmady setelah berdialog dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres kemarin.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pemilu pada masa Orde Lama. Ketika itu, partai-partai rajin merekrut kader sekaligus melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Setiap partai saat itu bahkan memiliki sekolah politik bagi rakyat, sehingga rakyat melek terhadap politik dan kebijakan pembangunan di wilayahnya. ”Kader-kader partai yang diusung menjadi caleg juga telah teruji kemampuan politik dan legislasinya sehingga parlemen sangat berdaya,” terangnya.

Dengan kemampuan politik dan legislasi yang rendah saat ini, sulit diharapkan caleg-caleg yang akan duduk di parlemen mampu berfungsi maksimal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang mereka wakili. ”Kalau kemampuan mereka tidak jelas, bagaimana kita bisa menyerahkan kepada mereka keputusan-keputusan penting tentang kondisi negara,” tegas Dedy. (noe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s