Renovasi Rp 33 Miliar DPR Dihentikan

Jakarta, KP

Proyek renovasi dan pembangunan gedung  DPR Senayan dihentikan. Pimpinan DPR mengambil langkah itu karena proyek bernilai Rp 33,4 miliar itu dikritik bertubi-tubi. Tak hanya datang dari media massa, tapi juga protes internal anggota dewan.

Anggaran proyek tersebut dinilai terlalu besar. Salah satu yang menjadi sasaran protes adalah penambahan 10 ruang kerja baru anggota dewan. Setiap ruangan dianggarkan Rp 1 miliar.

’’Karena ada sebagian yang setuju dan menolak, pengerjaan menunggu hasil evaluasi. Fraksi harus menanyakan ke individu masing-masing anggota,’’ jelas Ketua DPR Agung Laksono tentang penghentian proyek itu. Keputusan itu diambil dalam rapat konsultasi pimpinan DPR, BURT (Badan Urusan Rumah Tangga) DPR, dan Setjen DPR.

Penghentian itu dilakukan saat proyek tersebut sudah separo jalan. Renovasi sudah selesai di 268 ruangan anggota DPR. Sisanya, 232 ruangan, terpaksa ditunda untuk menunggu keputusan sejumlah fraksi dalam minggu ini.

Sejak proyek ini dimulai, sejumlah politisi Senayan menolak dengan berbagai cara. Misalnya, Ferry Mursyidan Baldan dan Yuddy Chrisnandi dari Fraksi Partai Golkar memasang peringatan di depan pintu kerjanya yang bertulisan menolak direnovasi.

Penolakan juga datang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Mereka menilai, ruangan yang ditempati anggota saat ini masih representatif. Selain itu, anggaran yang digunakan untuk renovasi terlalu besar.

Bukan hanya memutuskan penghentian renovasi gedung DPR, rapat konsultasi itu juga merombak mekanisme proyek di DPR.  Dalam aturan baru, mekanisme pengambilan keputusan pembangunan dan pengadaan di lingkungan DPR harus melalui persetujuan pimpinan DPR.

Selama ini pengadaan barang dan jasa atau proyek pembangunan di lingkungan DPR hanya melalui rapat BURT dan dieksekusi oleh setjen. BURT adalah alat kelengkapan DPR yang diisi perwakilan seluruh fraksi. BURT biasanya menyetujui dan merekomendasikan sebuah pembangunan atau pengadaan atas usul Sekjen.

’’Mulai sekarang tidak ada lagi rekomendasi BURT langsung ke setjen. Harus melalui pimimpin DPR. Setelah itu, pimpinan DPR akan mengonsultasikan dengan fraksi-fraksi,’’ ujar Agung

Selain memutuskan soal renovasi, rapat konsultasi DPR RI menolak adanya peningkatan pagu anggaran dalam APBN 2009. Kalaupun ada peningkatan dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 1,9 miliar, itu terjadi karena ada satuan anggaran yang memerlukan penyesuaian dengan dolar Amerika. ’’Karena rupiah jatuh, jadi disesuaikan,’’ terang Agung. (cak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s