Setahun, TNI AL Periksa 1.869 Kapal

Jakarta, KP

Operasi keamanan TNI Angkatan Laut selama 2008 lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun ini, korps baju putih telah berhasil melakukan pemberhentian, pemeriksaan dan penahanan (Henrikhan) terhadap 1.869 kapal dari berbagai jenis yang melakukan ilegal fishing dan  penyelundupan di wilayah perairan Indonesia.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik mengatakan dari 1.869 kapal tersebut sebanyak 1.348 kapal diijinkan melanjutkan pelayaran, 152 kapal ditangkap dan dikawal ke pangkalan TNI AL (Lanal), sedangkan 169 kapal diproses bebas karena tidak terbukti.

’’Kita bersyukur terjadi penurunan tindak kejahatan di wilayah laut,’’ ujar Moekhlas pada wartawan usai menembak bersama di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur kemarin (2/12). Pada tahun 2007 lalu penangkapan yang dilakukan oleh unsur TNI AL sebanyak 1.435 kapal, 365 diproses hukum dan 29 kapal dibebaskan karena tidak cukup bukti.

Selama kurun waktu 2008 TNI AL telah berhasil menekan tindak kriminalitas di laut dengan menyelamatkan uang negara sekitar Rp 12,4 triliun lebih. Tahun depan, selain operasi rutin Indonesia juga akan mengirimkan satu kapal perangnya ke Lebanon Selatan, guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan di wilayah tersebut. TNI Angkatan Laut akan mengirimkan KRI Diponegoro/365 untuk memenuhi permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar Indonesia bisa turut mengirimkan kapal perangnya.

’’Ini jadi kehormatan di mata internasional. Dalam konteks darat, sudah puluhan tahun TNI mengirim personel. Baru Maret 2009, kami dipercaya mengirim kapal perang. Karena itu dikirim kapal terbaru yang dimiliki,” katanya.

Moekhlas menambahkan, sebelum diberangkatkan, PBB akan melakukan inspeksi yang akan menyatakan kapal dimaksud memenuhi standar untuk dioperasikan. ’’Yang jelas, kahadiran kapal tidak untuk perang, hanya misi perdamaian. Kami sangat sungguh-sungguh menyiapkan ini,’’ ujarnya.

Saat ini, tercatat lima negara yang mengirimkan kapal perangnya ke Lebanon guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan di wilayah sarat konflik itu, dengan kurun waktu enam bulan.

Bulan ini, Indonesia telah kembali mengirim pasukan TNI sebanyak 1.136 personel ke Lebanon untuk bergabung dalam Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), guna membantu menciptakan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Para personel TNI itu akan menempati tugas dengan rincian sebelas orang di Sektor Timur Markas Besar PBB di Lebanon Selatan (HQB East Staff Officers), 850 orang batalyon infanteri mekanis yang disebut Kontingen Garuda (Konga) XXIII-C, 150 personel tergabung dalam “force protection company”, 50 personel tergabung di Force HQ Support Unit (Konga XXVI-A) dan 75 orang yang tergabung dalam Polisi Militer.(rdl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s