Dua Pimpro Fery Terancam Tersangka .:. Ari Rasmin dan Irwandi Yusuf

Kendari, KP

Proses pengungkapan penyimpangan proyek pembuatan Kapal Fery rute Lasusua (Kolut)-Siwa (Sulsel) sudah mulai mendekati akhir. Tanda-tanda siapa yang akan “ditorungku” jaksa sudah mulai terlihat. Dua orang pimpinan proyek, masing-masing Ari Rasmin (Pimpro 2006) dan Irwandi Yusuf (Pimpro 2007) dianggap sangat berpotensi jadi tersangka.

Sebenarnya, ada dua orang pimpro lagi yang terlibat dalam proses pembuatan kapal, yakni Ir Yusda (Pimpro 2003-2005) dan Idham darwin (Pimpro 2005), tapi jaksa masih mendalami peran mereka. Selain dua pimpro itu, pihak PT Industri Kapal Indonesia (IKI) juga berpotensi bertanggungjawab atas gagalnya proyek bernilai Rp 14 M tersebut.

Wakajati AK Basuni M mengatakan, Ari Rasmin dan Irwandi Yusuf adalah Pimpro ketiga dan Pimpro keempat dalam pengadaan kapal itu. Mereka berpotensi ditetapkan jadi tersangka karena di masa mereka (2006-2007), mestinya sisa anggaran Rp 900 juta digunakan sebagai perbaikan ataupun pemerliharaan kesalahan desain yang direkomendasikan PT BKI.

“Faktanya kan kapal masih tidak dapat beroperasi karena adanya salah desain tadi. Berarti tidak ada upaya perbaikan kesalahan yang versi PT BKI sudah disampaikan ke PT IKI. Padahal dananya masih ada Rp 900 juta di masa Pimpro ketiga dan keempat sehingga simpulan awal yang berpotensi terkena perkara ini mereka berdua (Ari Rasmin dan Irwandi Yusuf),” tandas Wakajati, kemarin.

Tapi Basuni menegaskan bahwa bukan berarti Pimpro pertama dan kedua, Ir Yusda dan Idham diabaikan dari dugaan penyimpangan pembuatan Kapal KMP Sultan Murhum itu. Menurut Basuni, meski Ir Yusda yang membongkar masalah dugaan penyimpangan pembuatan Fery, tetap saja masih menjadi pertanyaan kenapa yang bersangkutan dicopot dari jabatan Pimpro kala itu.

“Apakah ada penyimpangan yang dilakukan? Terkait tidak dengan pembuatan kapal? Ini yang terus kita selidiki. Demikian halnya PT IKI dan PT BKI, sebagai pembuat desain kapal dan pengawas pembuatan kapal, kedua pihak berpeluang menjadi tersangka. Sekarang kita pun sedang mencari siapa personnya, dan benarkah PT IKI sudah menerima rekomendasi perbaikan salah desain kapal dari PT BKI? Ini juga yang harus dikros check pada PT IKI,” beber Koordinator Korupsi di Sultra ini.

Sayang, PT IKI  lagi-lagi tidak memenuhi panggilan Kejati Sultra. Alasannya pun klise, yakni masih  banyak tugas. Ketidakhadiran PT IKI bukan berarti mematikan langkah Kejaksaan dalam mengungkap perkara pembuatan Fery itu. Bila alasan kesibukan menjadi penghalang, maka pihak Kejati akan memeriksa PT IKI di Kejati Sulsel.

“Jadwalnya kan minggu ini PT IKI dimintai keterangan, tapi tetap belum dipenuhi. Menurut mereka, nanti setelah lebaran. Karena masalah ini baru Lid (penyelidikan-red),  yah tidak bisa kita panggil paksa. Mau tidak mau, pemeriksaannya kita pindahkan ke Makassar,” kata penegak hukum itu.

Mantan Kajari di Banten ini berharap agar kasus tersebut tidak akan lama lagi ada kesimpulan untuk ditingkatkan ke penyidikan.  Tapi, kata Basuni, semuanya bergantung kelengkapan alat bukti ditambah kesaksian staf ahli apakah dari ITS atau Unhas yang membidangi bagian perkapalan.(emi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s