Batasi Tiga Zat Gizi, Cegah Penyakit Degeneratif

Tak sedikit warga evergreen mengeluh soal pola makan yang tak lagi bebas. Betapa tidak, semakin berumur, rasanya semua makanan enak makin tidak terjamah. Ingin mengunyah ini, tidak boleh. Ingin melahap itu, dilarang. Sekadar mencicipi camilan kesukaan, anak atau cucu sudah meminta untuk menghentikan. Tidak baik untuk kesehatan katanya.

Bagi manula sehat, segala larangan mengonsumsi makanan enak itu tentu seperti siksaan. ”Kami ini sudah bekerja keras pada waktu muda. Sekarang, kami ingin bersantai dengan makan enak saja tidak boleh. Lagi pula kami ini sehat, tidak sakit,” ujar kakek Mardi yang tetap sehat pada usia 70 tahun.

Lantas, bagaimana solusinya? ”Bukannya tidak boleh makan enak, hanya sebaiknya dibatasi,” ujar Eko Dwi Martini DCM, ahli gizi RSU dr Soetomo Surabaya.

Dia menjelaskan, tubuh manusia ibarat mesin. Lantaran sering dipakai, kemampuan mesin tersebut akan berkurang. Demikian juga dengan organ-organ tubuh.

Bertambah usia, membuat kinerja ”onderdil” tubuh melemah dan tak moncer lagi saat harus mengolah berbagai bahan makanan yang diserap tubuh. Bila bahan makanan itu terus-menerus dikirim, sementara tubuh tak mampu mengolah lagi, bahan makanan tersebut menjadi biang datangnya penyakit. Karena itu, pola makan harus dibatasi. ”Selama masih sehat, makan apa pun boleh. Tapi, porsinya dikurangi,” kata perempuan berambut pendek tersebut.

Pengurangan itu, misalnya, bila dulu terbiasa makan soto sehari sampai tiga kali, sekarang dikurangi porsinya menjadi sekali saja. Bila terbiasa menenggak kopi manis, sekarang gula harus dikurangi. Mengonsumsi makanan lebih baik juga tidak usah langsung banyak. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering. ”Bisa dijadikan lima kali makan sekaligus. Tiga kali makan berat dan diselingi dua kali camilan,” jelas Eko.

Total kalori yang dibutuhkan setiap hari oleh warga evergreen adalah 1.700-1.900 kkal. Untuk jumlah itu, bila dibagi menjadi lima, pendistribusiannya bisa menjadi 20 persen, 25 persen, dan 25 persen untuk makan utama. Dan camilan masing-masing 15 persen.

Eko menuturkan, inti pengurangan tersebut adalah pembatasan asupan tiga zat gizi berikut. Yaitu, kalori, protein, dan lemak. Tiga itulah yang kerap menjadi biang keladi penyakit-penyakit degeneratif bila jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh.

Selain mengurangi asupan makanan, menjadi tua juga saatnya menjadi seorang pemilih. Hindarkan makanan-makanan yang merangsang. Termasuk makanan yang mengandung gas seperti cabai, nangka, nanas, atau kubis supaya pencernaan tidak terganggu. Kurangi juga konsumsi kafein untuk menghindari jantung berdebar dan beser. Yang tidak kalah penting, perbanyak konsumsi air minum, setidaknya delapan gelas per hari. (ign/ayi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s