RENOVASI RUMAH KOPPEL MEMANJANG

Kepada Yth :
Bapak ALIM BAHRI, ST. IAI
alimbhr@yahoo.com
(Pengasuh kolom GRIYA Kendari Pos)

PERTANYAAN:

Saya menempati sebuah rumah di suatu kompleks perumahan di seputaran wua-wua, setahun kemudian saya membeli rumah tetangga bagian belakang (koppel belakang) dengan ukuran dan tipe yang sama dengan saya tempati sekarang ini, kondisi kedua rumah yang saya miliki tersebut belum pernah di renovasi, dengan demikian Saya punya 2 rumah tipe 29/60, letaknya memanjang (koppel memanjang ke belakang). Seiring dengan perkembangan anggota keluarga, saat ini saya berencana untuk merenovasinya dengan jalan menggabungkan kedua rumah tersebut, namun hal ini justru merisaukan saya karena bingung bagaimana pengaturan lay out ruangan agar letak ruangan terutama kamar tidur kesannya tidak monoton, sehingga mohon saran dari Bapak untuk pengaturan ruangan yang efektif dan pengembangannya supaya jalan keluarnya tidak segaris atau lurus ke belakang (kalau pintu dibuka semua tembus dari depan sampai ke belakang)

•    Ruangan yang saya inginkan sebagai berikut:
•    Ruang tamu
•    Ruang tidur utama
•    Ruang tidur anak
•    Ruang keluarga
•    Dapur
•    2 kamar mandi
•    Taman (halaman belakang)
•    Taman di luar (halaman depan)
•    Carport dan teras
Demikian pertanyaan saya sampaikan, atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Heldi, S.sos
Wua-wua, Kota Kendari

JAWABAN :

Setelah melihat denah asli rumah Bapak, memang tidak baik dan tidak nyaman apabila pintu depan rumah yang satu bertemu dengan pintu depan rumah yang lain, apabila kedua rumah tersebut digabungkan. Dengan keadaan seperti itu, rumah juga akan terasa seperti lorong panjang.

Pada gambar usulan denah yang saya berikan, Bapak memilih posisi tampak depan rumah yang bapak inginkan, disesuaikan dengan keadaan atau jalan yang lebih ramai atau faktor-faktor penunjang lainnya, karena kedua posisi tampak depan bangunan  karena terdapat jalan. Namun, agak riskan jika sebuah bangunan tidak jelas posisi tampak depannya, namun untuk bagian belakang tetap terdapat pintu sebagai akses alternatif kedalam rumah, dan justru dengan keadaan bangunan bapak ini terdapat kesan yang unik karena dapat diakses dari 2 jalan yang berbeda.

Untuk itu jika pemilihan tampak depan tidak sesuai dengan keinginan Bapak, maka Bapak hanya merubah posisi letak ruang-ruang yang sudah ada (memutar yang bagian depan kearah belakang begitupun sebaliknya).

Mempelajari denah eksisting yang Bapak kirimkan, agar tidak merubah banyak keadaan semula, maka salah satu dapur bagian belakang dibongkar sebagai akses penghubung ke arah bangunan di sebeahnya. Dalam desain ini hanya bagian tersebut aja yang mengalami perubahan/pembongkaran.

Pada bagian belakang (depan pada bangunan disebelahnya) dibuat partsisi dari tembok terawang agar tidak terkesan tertutup sehingga tetap indah dilihat dari depan walaupun sebenarnya merupakan bagian belakang rumah Bapak.

Agar kesan lorong dan “pintu ketemu pintu” hilang, fungsi ruang di rumah lama Bapak perlu ditukar antara yang kiri dengan yang kanan. Berarti, ada ruang yang harus dikorbankan, yaitu salah satu kamar mandi terpaksa dibongkar dan dipindah ke tempat baru. Namun plumbing (pemipaan) lama tetap masih bisa Bapak gunakan untuk dapur baru yang letaknya saya tata berada di “belakang”. Dengan demikian, dapur memiliki aksesendiri dan sirkulasi udara yang baik berkat adanya jendela.

Taman yang semula adalah taman belakang yang kemudian menjadi taman tengah setelah kedua rumah digabungkan tetap dipertahankan. Namun, ukurannya terpaksa diperkecil karena Bapak menginginkan adanya ruang tamu dan ruang keluarga.

Karena kebutuhan ruang Bapak tidak banyak, maka rumah tidak perlu bertingkat. Rumah yang menjadi bagian belakang, ruang terbukanya bisa dimanfaatkan sebagai tempat menjemur. Agar “rahasia” keluarga Bapak tidak terlihat oleh tetangga atau orang yang lalu lalang, Bapak bisa meninggikan dan menutup pagar rumah dengan fiberglass.

Demikian penjelasan singkat yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s