TAJUK -:- Nilai Plus Operasi Preman di Kendari

Instruksi Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri beberapa bulan lalu, agar seluruh Kapoda melakukan operasi preman patut diberi apresiasi. Tak terkecuali di wilayah hukum Polda Sultra dan Polresta Kendari, instruksi operasi preman tersebut telah digalakkan beberapa hari ini. Hasilnya, sejumlah preman di sekitar Kampus Unhalu, yang selama ini menjadi “momok” bagi masyarakat disekitar kampus terbesar di Sultra ini, telah berhasil diringkus.

Aksi preman di sekitar kampus baru Unhalu menang telah lama menebar “ancaman” sejak beberapa tahun lalu. Sejumlah korban aksi preman itu mulai dari mahasiswa itu sendiri, masyarakat di sekitar kampus, hingga angkutan kota (angkot) maupun taksi. Aksi merekapun bermacam-macam mulai pemalakan, pengancaman hingga pemukulan.

Nah, dengan operasi preman yang dilancarkan Polresta Kendari di kampus baru Unhalu, paling tidak polisi telah memberikan pelayanan publik di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Kendari.

Sebab kita ketahui, mana ada masyarakat yang mau tidak aman atau rela dipalaki, diintimidasi? Sekecil apa pun praktik premanisme sebagai bagian dari tindak pidana meski masuk dalam kategori tindak pidana ringan (tipiring). Namun apapun namanya, aksi premansisme tetaplah menjadi sebuah kejahatan. Perbuatan mereka melawan hukum. Jadi, memang pemberantasannya sudah menjadi keharusan bagi polisi.

Dengan operasi preman tersebut, polisi juga telah menunjukkan diri sebagai aparatur negara yang bertugas mewujudkan Kamtibmas dengan menangkal sejak dini dan memberangus sekecil apa pun bentuk-bentuk perilaku yang meresahkan masyarakat.

Selain itu sebagai aparat penegak hukum, polisi juga menjadi pengayom masyarakat. Dengan menindak pelaku kejahatan. Namun karena kasus ini masuk kategori Tipiring (hukumannya maksimal 3 bulan), polisi telah memberikan pendidikan kepada warga yang berperilaku menyimpang, dengan memberikan proses penyadaran agar nantinya, preman-preman tersebut nantinya dapat kembali menjadi manusia yang taat pada norma-norma dan etika sosial bermasyarakat. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s