TAJUK .^. Kurban dan Semangat Berkurban

KURBAN, bagi umat Islam tidak hanya menyangkut ibadah kepada Allah SWT, tapi lebih dari itu menjadi tolak ukur apakah umat Islam mampu mengimplementasikan semangat kurban dalam kehidupan sehari-hari. Kita biasanya lebih senang disebut-sebut jumlah kurban yang diberikan saat panitia mengumumkan lewat pengeras suara di masjid-masjid maupun di lapangan terbuka sesaat sebelum salat Idul Adha dilaksanakan. Tapi tahukah kita, betapa di hari-hari lainnya selain hari Idul Adha, dibutuhkan banyak pengorbanan lain, meski tidak dalam bentuk hewan kurban.

Semangat berkurban tidak hanya selesai ketika hewan mulai disembelih dan dagingnya habis dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Berkurban dalam arti luas tentu saja tidak hanya segi materi, tapi bisa berujud waktu, kesempatan hingga tenaga maupun pikiran. Banyak dari kita memaknai kurban hanya sebatas ibadah ritual tahunan yang hanya ditunaikan saat itu saja. Padahal, kurban memiliki makna yang cukup dalam bagi mereka yang memahaminya.

Kurban sendiri secara umum dapat diartikan memberikan sesuatu yang paling dicintai semata-mata mengharapkan keridaan Allah SWT. Mengorbankan sedikit waktu saja di tengah-tengah kesibukan kerja dengan membersihkan lingkungan merupakan satu dari sekian perwujudan semangat berkurban. Mudah dilakukan, tapi terkadang sulit diwujudkan. Aneka halangan maupun rintangan terkadang datang silih  berganti semata-mata membutakan hati manusia. Padahal, berkurban di saat-saat dibutuhkan itulah yang paling bernilai.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini, masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri, mau menang sendiri serta tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Ditambah dengan gaya hidup serba hedonis menambah deretan panjang prilaku manusia yang tidak sejalan dengan semangat berkurban. Itulah kalau makna kurban hanya dilihat satu sisi saja. Istilah populernya,  yang penting  menggugurkan kewajiban.

Ke depan, kurban yang setiap tahun dilaksanakan tidak hanya menjadi kebiasaan, tapi mampu mengubah pola dan prilaku manusia Indonesia menjadi manusia yang peduli dengan sesama maupun lingkungannya. Tidak akan adalagi masyarakat kita yang hidup kelaparan, tidak bersekolah, terlunta-lunta atau meninggal dunia karena ketidak-mampuan membayar biaya pengobatan. Lingkungan tetap dijaga dan dilestarikan, sebab mampu mengekang nafsu serakah dan menang sendiri. Jadilah bangsa ini sebagai bangsa yang dapat dibanggakan. Bukan bangga karena angka korupsinya tinggi atau karena hutan dan lingkungannya paling rusak di dunia. Semoga kurban tahun ini bermakna dan bermanfaat, tidak hanya bagi mereka yang berkurban, tapi  juga yang menerima hewan kurban.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s