Gerakan Hijau Masuk Unhalu

Kendari, KP

Salah satu komitmen WWF-Indonesia terhadap pelestarian lingkungan hidup ditunjukkan melalui gerakan hijau di berbagai penjuru Nusantara, termasuk di Sultra. Selain menanam pohon di daerah yang memiliki lahan kritis, WWF pun merambah kampus untuk memulai gerakan hijau seperti yang dilakukan tanggal 7 Desember di Universitas Haluoleo (Unhalu).

Penanaman pohon yang disaksikan Prof Dr Usman Rianse, Rektor Unhalu, Ketua PKK Sultra Dra Hj Tina Nur Alam, tidak sekadar menjadi seremoni saja. Gerakan hijau yang turut dimeriahkan Nugie, artis nasional, diharapkan bisa mempengaruhi gaya hidup siapapun dalam rangka memberi dukungan pelestarian lingkungan.

“Apapun pendidikannya terpenting mari kita ramah dengan lingkungan. Tentu yang terpenting adalah perilaku atau tindakan sehari-hari yang mengedepankan masalah-masalah lingkungan. Jangan hanya jadi penonton, mari biasakan dengan hemat BBM, mendaur ulang sampah serta budayakan menanam pohon di sekeliling kita demi masa depan sumber daya alam Indonesia sekaligus masa depan umat manusia,” terang Elshinta Suyoso, Head of Corporate Communications and Branding WWF-Indonesia.

Nugie pun berbagi pengalaman atas gerakan hijau yang dipraktekkan dalam kehidupannya. Penyanyi asal Jogjakarta ini, mengaku, akrab dengan gaya hidup sehingga memilih menjadi supporter kehormatan WWF-Indonesia.     “Ramah lingkungan ga butuh biaya mahal, semisal naik sepeda keliling kan ha perlu bahan bakar. Di samping mengurangi bahan bakar, badan fit. Gunakan listrik seperlunya, mau belanja siapkan kantong plastik sendiri. Pokoknya ngirit biaya dan ga nyusahin. Sebagaipenyanyi pun saya beserta kakak (Katon red) menciptakan lagu yang bertajuk Jika Bumi Bisa Bicara yang hanya didengar melalui Ring Back Tone (RBT). Dana sepenuhnya disumbangkan program konservasi alam,” beber Nugie.

Ia juga memuji lingkungan Unhalu yang sarat dengan pepohonan. Tak heran bila salah satu supporter kehormatan WWF-Indonesia ini mengharapkan Unhalu bisa menjadi percontohan kampus di Indonesia. Tentu saja harapan Nugie tadi, disambut positif Usman Rianse sebagai pimpinan Unhalu. Selain siap menjadi supporter kehormatan WWF-Indonesia, pengganti Mahmud Hamundu ini, menyatakan komitmennya atas gerakan hijau yang dicanangkan WWF.

“Salah satu motivasi dari pernyataan Baak Mendiknas adalah kota yang kumuh, secara moril tanggung jawab perguruan tinggi. Harusnya, perguruan tinggilah yang menjadi lokomotif lingkungan yang asri dan menajdi contoh di provinsi masing-masing. Atas dasar itu, saat Rapernas, saya yang dibesarkan dengan komitmen lingkungan isu lingkungan yang membesarkan saya sebagai doktor ekonomi lingkungan sehingga menjadi kewajiban saya untuk menunjukkan dukungan atas gerakan hijau ini,” terang Usman Rianse.

Dukungan yang sama juga disampaikan Dra Hj Tina Nur Alam. Sebagai Ketua PKK Sultra, pihaknya telah melakukan gerakan yang sama melalui program tanah, sebar dan pelihara  dalam rangka ketahanan pangan dan kesehatan tanggal 1 Desember lalu.

“Kami serukan supaya PKK kabupaten/kota se Sultra supaya menggalakkan kembali tanaman obat di tempat masing-masing. Kita berharap Rektor yang baru dilantik awal November lalu, bisa menunjukkan komitmennya pada lingkungan dengan lahan yang seluas ini,” ujar Ketua PKK Sultra yang diikuti dengan penanaman pohon di Biological Garden Prof Mahmud Hamundu. (emi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s