Golkar Kolaka Usulkan PAW Sainal Amrin Cs

Kolaka, KP

Posisi ketua DPRD Kolaka Sainal Amrin dan dua anggota DPRD  lainnya Rustam Sabona, dan Syarifuddin kian terancam. Setelah sebelumnya ketiganya resmi dipecat oleh DPP Golkar akibat “melompat” ke partai lain dalam pemilu legislatif 2009, kini DPD Golkar Kolaka pimpinan Firdaus Tahrir siap mendepak ketiganya dari kursi legislator Kolaka.

DPD Golkar Kolaka telah melayangkan surat permintaan Pergantian Antar Waktu (PAW) ke DPRD Kolaka. Dalam surat Nomor 32/DPD/GOLKAR/XI/XI/2008  tersebut telah tercantum nama-nama yang disulkan menggantikan Sainal Amrin, Rustam Sabona, dan Syarifuddin.

Posisi Sainal Amrin bakal digantikan M. Adnan yang berada di nomor urut empat pada pemilu legislativ 2003 lalu, Rustam Sabona akan digantikan oleh Abd Rauf Syam, sementara Syarifuddin bakal digantikan Muhammad Taufiq.

Ketua DPD Golkar Kolaka Firdaus Tahrir mengatakan, PAW tersebut diusulkan sesuai ketentuan undang-undang, mengingat ketiganya tidak lagi berstatus sebagai anggota Golkar.

“Pasca pemecatan sebagai anggota Golkar ketiganya tidak lagi berhak untuk mewakili dan bertindak atas nama partai Golkar. Dan saya berharap DPRD Kolaka segera merespon usulan PAW yang kami ajukan, karena ini merupakan tuntutan undang-undang,” tegas Firdaus saat dihubungi kemarin.

Firdaus menegaskan  tidak ada alasan bagi Sainal Amrin Cs untuk menolak di PAW. Pasalnya hal tersebut merupakan konsekuensi tindakan mereka yang pindah ke partai lain. “Saya berharap ada kedewasaan berpolitik dan sikap legowo dari Sainal, Rustam, maupun Syarifuddin untuk mengundurkan diri, seperti apa yang di contohkan Yani Muluk di DPRD Kota Kendari yang secara konsisten mundur setelah memutuskan pindah partai lain,” tambah anggota DPRD Sultra ini.

Namun hampir pasti usulan PAW diajukan  Firdaus Tahrir bakal menemui jalan terjal. Pasalnya,  Sainal Amrin dalam beberapa kesempatan sebelumnya mengatakan usulan PAW terhadap dirinya maupun beberapa anggota Golkar yang ada DPRD Kolaka belum bisa dilakukan. Pasalnya menurut Sainal saat ini proses gugatan Hukum atas “pelengseran” Ali Mazi sebagai ketua DPD Golkar Sultra dan sejumlah pengurus DPD II termasuk Kabupten Kolaka hingga kini belum berkekuatan hukum tetap.

Terhadap hal tersebut Firdaus Tahrir kembali menegaskan jika proses hukum atas sengketa hasil musdalub Makassar yang saat ini belum  berkekuatan hukum tetap tidak mempengaruhi proses dan mekanisme yang dijalankan pengurus Golkar hasil musdalub yang telah dinyatakan sebagai pengurus yang sah oleh DPP Golkar.

Untuk diketahui dalam daftar calon tetap pemilu legislatif 2009 yang dikeluarkan KPU Kolaka, Sainal Amrin tercatat sebagai caleg nomor urut satu pada Partai Demokrasi Perjuangan, demikian halnya Syarifuddin. Sementara Rustam Sabona tercatat sebagai caleg partai Gerindra. (m2/lan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s