Pemkab Porsikan APBD Rp 1 Miliar Per Kecamatan

Rumbia, KP

Akhir bulan lalu, DPRD Bombana menyelenggarakan rapat paripurna. Wakil Bupati, Subhan Tambera bersama Sekda Idrus Effendy Kube dan beberapa eksekutif hadir. Di rapat itu, perubahan APBD 2008 disahkan, serta Plafon Program Anggaran Sementara (PPAS) untuk RAPBD 2009 diserahkan untuk dibahas DPRD. Menariknya dalam PPAS terdapat usulan agar tiap kecamatan mendapat suntikan dana Rp 1 miliar.

Rancangan itu mendapat respon positif dari anggota dewan. Ketua Fraksi Wonua Bombana, Aras Tarika menilai bila anggaran Rp 1 miliar per kecamatan cukup rasional. Katanya dengan kalkulasi 22 kecamatan berarti anggaran Rp 22 miliar. ”Dalam RAPBD kalkulasi dana lebih Rp 300 miliar. Jadi Rp 22 miliar untuk kecamatan cukup rasional,” jelasnya.

Dengan anggaran Rp 1 miliar per kecamatan, kata Aras, beberapa kebutuhan desa/kelurahan dapat dilayani dan memang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Ia hanya berharap alokasi dana itu bisa efektif dan dapat digunakan maksimal. ”Jangan sampai seperti anggaran 2007 dan 2008 yang sudah dianggarkan tetapi tidak dikerjakan dengan alasan pengaruh tambang,” terangnya seraya memberi contoh pengaspalan jalan dalam ibukota dan jalan di Mataoleo.

Apakah PAD dari penambangan emas bisa diandalkan untuk suntikan dana per kecamatan? Kata Aras, pengelolaan tambang emas belum maksimal karena masih terdapat aturan tumpang tindih yang harus diperbaiki. Ia memberi contoh retribusi Rp 100 ribu bagi warga Bombana dan Rp 300 ribu bagi warga luar, justru tak berlaku di lokasi karena adanya pemilik lahan yang juga meminta imbalan. ”Inilah yang harus dibenahi,” pintanya.

Dukungan penganggaran Rp 1 miliar per kecamatan juga disuarakan Ambo Rappe, anggota dewan lainnya.  Ketua PBR Bombana itu merunut jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak sampai Rp 22 miliar maka dapat dianggarkan di Dana Alokasi Umum (DAU). ”Asalkan jangan dari DAK, saya kira Rp 22 miliar untuk kecamatan cukup rasional,” akunya.

Sekadar  diketahui Kabupaten Bombana kini memiliki 22 kecamatan pasca pemekaran dari Buton. Saat dimekarkan, kabupaten itu hanya mempunyai enam kecamatan yakni Poleang, Poleang Timur, Kabaena, Kabaena Timur, Rumbia dan Rarowatu. Dengan 22 kecamatan, sekitar 130 desa/Kelurahan didalamnya.(awl/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s