Kejar Angka BPP, Biar Lebih Aman .:. Caleg Nomor Urut Jadi, Pasca Keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (2)

Ditempatkan di nomor urut satu saat penyusunan calon anggota legislatif (caleg) menjadi kebanggaan sendiri. Partai politik (parpol) menganggap kader nomor tersebut paling berpeluang merebut massa terbanyak. Tapi setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan suara terbanyak berhak duduk, mendapat nomor urut atas menjadi beban. Tak ada kata lain harus kerja lebih ekstra.

Awal Nurjadin

”Saya harus merebut 22 ribu suara biar aman,” begitu kata Sukarman AK, Caleg DPRD Sultra asal PAN saat ditemui kemarin. Pria yang mendapat nomor urut satu untuk Dapil Kota Kendari – Konsel itu kian gencar bersosialisasi. Saat ditemui ia tak lama pamit. Menuju Kolono, Konsel untuk terus bersosialisasi.

Sejatinya kata Sukarman sejak awal sosialisasi, ia sudah menggunakan pendekatan suara terbanyak. Partainya memang menganut sistem itu. Langkah mendekatkan program dengan masyarakat sudah dilakukannya sejak tujuh bulan lalu. Makanya putusan MK tentang suara terbanyak dianggapnya biasa-biasa saja.

Soal target 22 ribu suara apakah tak muluk-muluk? Mantan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Faperta Unhalu itu merinci pemilih Kota Kendari-Konsel ditaksir sekitar 300 ribu. Dengan angka 22 ribu pemilih direbut, bisa menjadi titik aman. Untuk mencapai angka-angka tersebut tim sukses sudah mengkalkulasi. Salah satu barometer kesuksesan kata Sukarman, balihonya yang bertebaran tetap aman ditengah keluhan caleg-caleg lain kehilangan baliho dan kena operasi Pemkot. ”Alhamdulillah baliho saya tak ada yang ditertibkan. Tim sukses saya memasangnya memang ditempat-tempat yang bukan dilarang. Padahal kami memasangnya tanpa koordinasi dengan Pemkot,” tukasnya.

Soal mengejar angka bilangan pembagi pemilih (BPP) penuh juga tengah diusahakan Muchtar Hamzah Mappa, caleg Partai Serikat Islam (PSI) untuk DPRD Kota Kendari. Mendapat nomor urut satu di Dapil Baruga-Kadia-Wuawua tentu menjadi beban jika tak terpilih. Selain menyandang Ketua PSI Sultra, Muchtar juga berkeinginan berpartisipasi dalam bursa Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Kendari nanti. Baginya tampil sebagai caleg untuk mengukur kekuatan. ”Di zona Baruga-Kadia-Wua kami harus masuk delapan besar, karena kursi yang diperebutkan hanya delapan. Makanya zona teraman adalah angka BPP penuh,” terangnya.

Untuk mencapai target BPP penuh kata Muchtar, ia bersama tiga caleg PSI lainnya bekerjasama mencapai secara gotong royong. Katanya meyakinkan caleg dibawahnya tak perlu repot lagi pasca keluarnya MK.

Angka BPP penuh juga menjadi target Aras Tarika, caleg PKS nomor urut satu untuk Dapil Rumbia – Rarowatu. Di pemilu 2004 saja katanya dengan sarana terbatas dan jumlah caleg hanya lima orang mereka mampu merebut sebuah kursi di dapil itu. Dengan kekuatan yang ada sekarang, ia berani pasang target dua kursi dari tujuh kursi yang diperebutkan. ”Sekarang di Dapil ini kami mempunyai delapan caleg, termasuk saya. Makanya kami target dua kursi,” jelasnya.

Anggota komisi B DPRD Bombana itu tak mempermasalahkan siapa yang lebih banyak suaranya di internal mereka. Ia yakin sosialisasi yang dilakukan merupakan usaha untuk merebut BPP penuh. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s