Kadiskes Sultra Lapor Jakarta .:. Buntut Penahanan Tiga Kontainer Obat Oleh Polisi

Kendari, KP

Tindakan polisi melakukan penyitaan terhadap 3 kontainer obat penyangga (obat buffer stock) milik Depkes RI dengan pelanggaran hukum kurang jelas, mengundang keprihatinan Kadis Kesehatan Kota Kendari, dr Hj Maryam Rufiah. Ia mengaku sangat menyayangkan tindakan penyitaan obat buffer stok tersebut.

Meski demikian, Dinkes Kota Kendari mengaku tidak lagi memiliki lagi kendala subtansial dalam pendistribusian persedian obat. Pasalnya, pihak perusahaan ekspedisi telah melalukan pendistribusian barang serupa secara keseluruhan untuk kuota Kota Kendari.

“Dari 9 kontainer obat buffer stok itu, kan 6 yang sudah tersalurkan. Dari barang yang telah didistribusi, termasuk Kota Kendari yang sudah disalurkan secara keseluruhan. Jadi, pihak kami tidak ada masalah. Barang tersebut resmi kok, dan itu proyek dari pusat,” terangnya saat dikonfirmasi via telepon selularnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Amin Yohannis juga cepat mengambil sikap. Pihaknya langsung mengutus anggotanya untuk melakukan negoisasi dengan pihak Polresta Kendari sampai akhirnya polisi bersedia meneruskan pendistribusian obat buffer stock dengan syarat, perusahaan ekspedisi (PT Indonesia Celebes Raya) yang menangani proyek tersebut dapat melengkapi semua dokumen barang.

“Saya juga telah melaporkan peristiwa ini ke Depkes RI di Jakarta dan meminta agar tidak terjadi permasalahan serupa di kemudian hari. Soalnya, obat buffer stok tersebut harus cepat didistribusikan. Kalau pelaksanaannya terlambat, bisa terjadi kekosongan stok obat pada Puskesmas dan RS di Sultra,” ujar Amin Yohannis saat ditemui di ruang kerjanya,” kemarin.

Keberadaan obat buffer itu, lanjutnya, merupakan proyek Depkes RI. Obat-obat yang didistribusikan salah satu perusahaan nasional itu diakui barang resmi dan punya dokumen yang lengkap. Ia menganggap, peristiwa tersebut bukannya suatu tindak pidana, hanya tempat penampungannya dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.

“Proyek obat buffer stock itu harus didistribusikan secepatnya, sebab obat-obatan yang diamankan pihak kepolisian adalah obat-obat esensial seperti paracetamol, amoxicillin dan beberapa obat dasar untuk pelayanan kesehatan. Kalau tidak didisribusi secepatnya, akan terjadi kekosongan persediaan obat. Proyek ini untuk memenuhi persediaan obat selama 1 tahun,” katanya.

Penahanan obat tersebut, kata Amin, tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu lama. Pasalnya, jenis obat yang ada dalam kapasitas 3 kontainer tersebut sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Selain itu, jika didistribusikan dengan cepat, bisa memenuhi syarat tempat penyimpanan.

Penanggung Jawab PT Indonesia Celebes Raya untuk Sultra, Suharto Banteng menilai pihak kepolisian sudah bersedia bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Kepolisian telah melaksanakan tugas dengan baik. Kami tinggal menunggu berita acara penyerahan dan dilanjutkan dengan proses pendistrubusian ke kabupaten/kota yang dituju,” jelasnya.(cr3/ano)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s