Kendari, Kota Terkorup ke-47

Kendari, KP

Tiga hari lalu, Transparancy International Indonesia (TII), sebuah lembaga swadaya masyarakat merilis nama-nama kota di Indonesia yang dianggap paling korup dan kota paling bersih dari korupsi. Hasil survei lembaga itu menunjukan bahwa Kota Kendari menduduki peringkat ke-47 kota korup.

Sementara Kota Kupang jadi juru kunci atau daerah paling banyak korupsinya. Kota Kendari, hanya mampu menyisihkan tiga kota, dengan raihan nilai 3,43 poin. Terpaut jauh dari Jogyakarta mendapatkan skor tertinggi yaitu 6,43.

Ini yang merisaukan Wakil Wali Kota Kendari, H Musadar Mappasomba. Ia mengaku menghargai hasil penelitian yang dilakukan oleh TII. Hasil publikasi TII menyatakan Kota Kendari merupakan pemerintah daerah terkorup nomor 47 setelah Monokwari, Tegal, dan Kupang.

Magister Pertanian UGM Jogya ini mengatakan, survey NGO akan menjadi acuan pemerintahannya bersama Wali Kota Ir Asrun untuk memperbaiki, dan melakukan pembenahan struktural terkait perbaikan layanan publik. “Ini sarana kontrol, kita akan bercermin dari hasil TII,” terang Musadar, yang ditemui, Kamis (22/1) lalu.

Yang mengganjal, bukannya menolak hasil publikasi TII, akan tetapi kata dia harus jelas yang dijadikan variabel sampling dalam merilis terhadap indeks persepsi korupsi pemerintahan kota di Indonesia.

Olehnya itu, Musadar mengaku kaget, dan seakan tak percaya setelah kota dengan motto Kendari Bertaqwa ini berada hampir di posisi juru kunci. Bukan berarti anti kritikan tetapi yang jelas, hingga kini indikator penilaian TII, tidak diketahui mengacu pada referensi mana.

Terkait hasil ini, dirinya akan melihat parameter apa yang dilakukan oleh lembaga itu. Apalagi Pemkot kini terus memperbaiki akses layanan publik, seperti perijinan, KTP, dan kesehatan gratis bagi masyarakat. Publikasi TII, sangat kontras dengan keberhasilan Ir Asrun mendapat penghargaan Citra Pelayanan Prima 2008 dengan keberhasilannya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Puskesmas Poasia.

Asal tahu saja, survei TII itu dilakukan setiap dua tahun. Kota-kota itu dipilih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjelaskan tingginya laju inflasi. Jogjakarta menempati ranking tertinggi dengan angka 6,43. “Kami juga mengkroscek kepada masyarakat bahwa pelayanan di sana cukup mudah dan cepat. Ini setelah ada kantor yang khusus mengurus perizinan,” ujar Manajer Riset dan Kebijakan TII Frenky Simanjuntak saat me-launching indeks persepsi korupsi (IPK) dan indeks persepsi suap Indonesia 2008, beberapa hari lalu .

Menurut Frenky, IPK itu diukur berdasarkan usaha penegak hukum daerah dalam memberantas korupsi, serta usaha pemerintah setempat mencegah terjadinya korupsi. “Semakin rendah nilai IPK menggambarkan ketidakseriusan dalam memberantas kejahatan luar biasa itu,” beber Frenky.

Dari 10 kota besar yang meraih nilai tertinggi, ternyata tidak satu pun meliputi kota-kota besar. Surabaya, misalnya, hanya tercatat di peringkat 31 dengan IPK 4,26. Ini sedikit lebih baik dibanding Jakarta yang duduk di peringkat 36 dengan IPK, 4,06. Kupang merupakan kota yang terburuk dalam pemberantasan korupsi.

Survei juga menggambarkan analisis menarik soal episentrum korupsi. Menyangkut percepatan urusan birokrasi, pusarannya terdapat di Jawa dan Sumatera. Yang paling sulit di Jakarta. “Di Sumatera, pusatnya di Medan,” jelasnya. Berbeda dengan urusan pengajuan izin usaha, yang paling lekat dengan korupsi adalah wilayah Indonesia Timur, dan episentrumnya di Pontianak dan Kupang.

Deputi Bidang Pencegahan KPK Eko Tjiptadi mengimbau untuk berhati-hati memahami hasil survei. “Bisa saja hasil survei rentan penyimpangan. Sebab, responden yang ditanya bisa dalam keadaan emosi, tapi paling tidak, ini menjadi motivasi untuk memberantas korupsi,” terangnya. (cr4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s