Laptop Pilihan Bagi Pekerja Dinamis

Lima tahun belakangan ini, pamor dekstop semakin tergusur.  Penyebabnya karena hadirnya  laptop atau notebook  yang semakin mudah diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau. Apalagi saat ini, banyaknya pekerja dinamis dengan mobilitas tinggi, menggunakan perangkat multiguna ini, menjadi sebuah kebutuhan mendesak yang  harus dimiliki.

Dengan segala kelebihan dan efisiennya fungsi laptop, membuat penjualan laptop melampaui perkembangan penjualan komputer desktop. Maklum kini berbagai spesifikasi, merek, dan harga laptop pun semakin bervariasi. Mulai dari bentuk fisik dan kecepatan. Keanekaragaman jenis laptop ini memang membawa keuntungan tersendiri bagi para konsumen karena harga menjadi lebih bersaing.

Konsumen pun dihadapkan pada banyak pilihan, hal ini  membuat mereka semakin bingung.  Nah, agar tidak bingung, beberapa elemen penting tampaknya harus menjadi prioritas utama sebelum menjatuhkan pilihan. Karena bagian-bagian elemen penting ini akan menentukan laptop mana yang cocok untuk digunakan.

Lihat saja dari kecepatan prosesor memang menjadi salah satu penentu, seberapa cepat laptop tersebut bekerja. Spesifikasi prosesor sering ditandai dengan merek, kecepatan, dan ukuran cache memory. “Merk-merk yang tersedia di pasaran saat ini masih didominasi oleh produk Intel. Produk Intel yang masih merajai pasaran Kendari,” kata Uni salah seorang penjual laptop di sebuah toko Elektronik.

Beberapa jenis prosesor untuk laptop seperti generasi Pentium IV, Intel merilis Intel Centrino kemudian diikuti Intel Centrino Duo, Intel Dual Core, Intel Core Duo, Intel Core 2 Duo, dan yang terbaru saat ini adalah Intel Core 2 Quad, prosesor dengan 4 inti prosesor. Namun, di Indonesia yang ramai baru Intel Core2 Duo.

Di samping itu, Intel juga merilis prosesor versi murah meriah yang harganya sampai setengah harga dari prosesor tersebut. Yaitu intel Celeron. Semua itu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika laptop tersebut hanya untuk aplikasi perkantoran, memilih prosesor Celeron sudah  cukup. “Akan tetapi, ini akan sangat berbeda jika laptop tersebut akan dipakai untuk aplikasi disain grafis dan game, prosesor Intel Core 2 Duo lebih pas,  walaupun harganya lumayan lebih tinggi,” ujarnya.

Selain produk Intel, prosesor AMD bisa dijadikan pilihan. Di samping harga yang lebih murah dibandingkan dengan Intel, teknologi AMD tidak kalah bagusnya dengan Intel. Bahkan sebelumnya, prosesor jenis ini sangat banyak digunakan oleh para pengguna game. Karena kecepatannya yang lebih tinggi daripada prosesor produk Intel.

Akan lebih menarik lagi jika komponen multimedia pendukung yang mungkin dijadikan pertimbangan di antaranya webcam, soundcard, dan speaker. “Biasanya, komponen tersebut menggunakan komponen standar untuk laptop. Sedangkan webcam, perangkat ini bersifat opsional. Bagi pencinta musik, ada beberapa jenis laptop yang menggunakan speaker khusus dari vendor lain,” katanya.

Sebaiknya laptop yang pilih memiliki standar konektivitas seperti modem, LAN Card, WiFi, Bluetooth, Infrared. Hal ini sangat penting karena akan memengaruhi kemampuan pertukaran data dan konektivitas laptop  nantinya. “Baik koneksi jaringan internet maupun dengan perangkat elektronik lainnya seperti handphone, ipod,” paparnya.

Dari sekian perangkat konektivitas  sambungan jaringan nir kabel (wireless) merupakan perangkat yang harus jadi prioritas. Karena kegunaan WiFi (Wireless Fidelty) adalah perangkat untuk menghubungkan laptop dengan jaringan komputer tanpa menggunakan kabel. Dengan memiliki perangkat WiFi, laptop dapat disambungkan ke jaringan internet di tempat-tempat tertentu yang menyediakan fasilitas internet hotspot.

Komponen lain yang harus diperhatikan terkait dengan layar. Yaitu resolusi dan lebar layar. Kebanyakan aspek rasio layar laptop saat ini 14 inci berbentuk widescreen. Bentuk ini sangat cocok untuk menonton film. Namun, ukuran ini tentunya berpengaruh pada bentuk fisik yang juga akan jadi besar. Hal ini tentunya jadi pertimbangan tersendiri bagi para pengguna mobile yang cenderung tentunya memilih fisik yang kecil. Untuk itu, layar lebar 12 inci atau kurang sangat cocok dipilih.

Untuk resolusi layar pada ukuran layar yang sama bisa berbeda-beda. Resolusi yang umum adalah 1024 x 764 untuk layar biasa (standar XGA) dan 1280 x 800 untuk layar (WXGA). Resolusi juga diukur dalam ukuran dpi (dot per inch) atau titik per inci. Kalau resolusinya hanya digunakan untuk gambar-gambar macam yang ada di internet, resolusi yang biasa pun tidak jadi masalah. “Akan tetapi, jika untuk desain grafis atau game, resolusi yang tinggi harus menjadi prioritas,” sarannya. (lis/m4/lan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s