Samad Lakori Dijebloskan ke Rutan

Kendari, KP

Ancaman Wakajati Sultra AK Basuni M, yang akan menangkap Abdul Samad Lakori, bila tak memenuhi panggilan kedua jaksa, rupanya membuat gentar terpidana korupsi proyek pembangunan inpres tahun 1997/1998 itu. Buktinya, didampingi pengacara dan kerabat dekatnya, Abdul Samad Lakori memenuhi deadline jaksa tanggal 23 Januari di Kejari (kemarin red).

Mengenakan baju kaos motif kotak-kotak, Abdul Samad Lakori, menginjakkan kakinya di Kejari Kendari sekitar pukul 09.15 Wita. Mantan Kepala Perpustakaan Kabupaten Konawe Selatan ini, masih sempat melayangkan senyuman saat sejumlah wartawan menyapanya yang langsung menuju ruang Kepala Kejaksaan Negeri Kendari (Kajari) Dedy Siswady.

Tidak jelas apa saya yang diperbincangkan, namun tak lama kemudian, Abdul Samad Lakori beserta Kajari Kendari, Dedy Siswadi menuju kendaraan khusus tahanan yang sejak awal terparkir di pelataran Kejari. Ketika ditanya soal penahanan dirinya, Samad Lakori mengaku siap di penjara karena negeri adalah negara hukum. “Saya sebelumnya tidak datang karena sedang berobat di Rumah Sakit Jantung di Jakarta,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati Konawe Selatan ini, sejak awal sudah menyampaikan kesiapan dirinya masuk Rutan. Hanya saja, dia menyesalkan sikap Pengadilan Tinggi Sultra yang sampai sekarang tidak memberikan vonis yang sama pada dua rekannya, Sahid Liambo dan Hadaini. Padahal keduanya, sama-sama terlibat dalam perkara yang sama. “Di sinilah letak ketidakadilan Pengadilan Tinggi. Hanya karena tahun 2003 saya tidak menghadiri panggilan mereka. Kalaupun dikatakan pertanggungjawaban saya pada proyek Inpres  tidak selesai 100 persen, harusnya Kadis PU saat itu juga dipenjara. Kita membuat pertanggungjawaban dasarnya dari eksekutan PU, setelah dinyatakan pekerjaan selesai. Kalaupun saya di Rutankan sekarang, saya ikhlas. Pastinya, saya sudah tidak akan ajukan Peninjauan Kembali (PK),” terang Samad Lakori, kemudian berlalu menuju mobil tahanan untuk di Rutan-kan.

Kajari Dedy Siswadi, menuturkan, pihaknya hanya menjalankan perintah undang-undang. Begitu salinan putusan MA yang menolak kasasi terpidana diterima, maka dirinya melayangkan surat panggilan pertama tanggal 16 Januari. Saat itu, Samad Lakori mengaku sakit dan baru bersedia memenuhi panggilan jaksa tanggal 23 Januari (kemarin red). “Sesuai perintah Wakajati, kami langsung masukkan terpidana ke Penjara tanpa kendala sedikit pun. Soal dua rekannya (Sahid Liambo dan Hadaini) yang belum diproses, saya belum diinformasikan karena saat itu saya belum menjabat. Tapi nanti saya periksa kembali. Kalau ternyata satu paket, yah ini akan menjadi bahan rujukan kami,” pungkas Dedy Siswadi. (emi)

One thought on “Samad Lakori Dijebloskan ke Rutan

  1. Akhirnya kena juga !!! Maju terus Kejari Kendari, jangan bingung dan ragu melawan korupsi, yang penting sesuai peraturan perundangan yang berlaku … Salut !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s