Pendulang Tewas Ditebas

Kasipute, KP

Ekses negatif dari aktivitas penambangan emas di Bombana berbuah pada ramainya tindak kriminal. Kali ini, pendulang yang harus meregang nyawa di otorita berlimpah mineral berharga itu adalah Hamran. Warga kelurahan Abuki, Kecamatan Latoma, Konawe ini tewas mengenaskan dengan leher nyaris putus.

Hamran di bunuh rekannya sesama pendulang bernama Basrin alias Bas, warga Desa Ambekaeri, Kecamatan Latoma, Konawe. Nyawanya direnggut paksa dengan tiga kali sabetan parang yang menebas leher. Peristiwa tragis yang dialami pria berusia 21 tahun itu terjadi Rabu, (11/2) lalu di eks transmigrasi Sentra Permukiman (SP) 8, Kecamatan Rarowatu Utara. Saat itu sekitar pukul 15.00 Wita, Hamran mendatangi tenda tempat Basrin bersama istrinya tinggal. Di bawah pengaruh minuman keras, warga Kelurahan Abuki itu mengajak ngobrol istri pelaku. Karena tidak diladeni, terjadilah perang mulut antara mereka. Disaat bersamaan, Basrin keluar dari lubang galian tambangnya. Mendengar ribut-ribut di tendanya, dia lalu menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi.

Bukannya mendapat penjelasan, Basrin malah ditantang berkelahi oleh korban. Adu mulut pun terjadi antara keduanya. “Saat itulah terjadi penebasan,” kata AKP Muhammad Sioti, Kasat Reskrim Polres Bombana. Menurut keterangan pelaku kepadanya, sebelum aksi tersebut dilakukan, korban lebih dulu mencabut parangnya. Melihat gelagat itu, pelaku terpaksa mendahuluinya. Yang menjadi sasarannya adalah bagian leher. “Tiga kali diparangi, akibatnya leher korban nyaris putus,” kata perwira pertama yang ramah dan sederhana itu ketika dihubungi, kemarin.

Usai menghabisi korbannya, Basrin memilih melarikan diri dan bersembunyi di rumah keluarganya. Namun pelarian itu tidak bertahan lama. Dua hari kemudian, dia keluar dari persembunyian dan memilih menyerahkan diri. Keluarganya pun membawa Basrin ke Polres Bombana untuk di proses. “Beberapa jam setelah diperiksa, pelaku akhirnya kami tahan,” tutur Sioti.

Kasus pembunuhan terhadap Hamran merupakan perkara kedua yang terjadi di SP 8, sejak di buka menjadi kawasan tambang rakyat, awal November 2008. Kamis (29/1) lalu, Muhammad Akram,
pendulang emas dari Asera, Konawe Utara juga tewas dibunuh dengan tiga kali hantaman balok di leher. Pelakunya, juga sesama pendulang bernama Dimas, pria yang menjadi teman selingkuhan istrinya, Darmayanti.  (nur/cok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s