Rp 5,3 M Tak Disetor ke Kas Daerah .:. Dugaan Korupsi di Dispenda Makin Terkuak

Kendari, KP

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Sultra, Muh Ali Nur, akhirnya diperiksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, kemarin (27/2). Pemeriksaan yang dilakukan selama dua jam tersebut, terungkap bila anggaran senilai Rp 5,3 miliar dari UPTD Kendari  tidak disetor oleh bendahara penerima ke kas daerah.

Jaksa penyidik perkara korupsi Dispenda Abraham Sahertian SH mengungkapkan, mantan Pj Bupati Kolaka itu mengakui adanya penerimaan UPTD Kota Kendari yang tidak disetor ke kas daerah. Saat itu, Muh Ali Nur yang baru menjabat sebagai Kadispenda mulai curiga, karena ada kejanggalan penerimaan kas daerah yang tiap akhir bulan ditanda tanganinya, ternyata tidak pernah disetorkan oleh bendahara.
“Ternyata, berdasarkan hasil temuan dalam buku kas umum, ada penerimaan yang tidak disetor oleh bendahara penerima ke kas daerah. Kecurigaan Muh Ali Nur pun muncul, karena tidak diserahkan untuk ditandatangani. Apalagi, setelah dicocokkan dengan buku laporan penerimaan harian, ternyata sejumlah dana yang berasal dari UPTD Kota Kendari tidak disetor ke kas daerah,” jelas Abraham Sahertian.

Ini artinya, fakta yang disampaikan Kadispenda mendukung indikasi korupsi yang disangkakan jaksa. Sebelumnya, Adpidsus Kejati Budiyono SH, mengatakan, jaksa bermaksud mencari data pendukung terkait dugaan kerugian negara Rp 5,3 miliar di Dispenda melalui informasi tambahan dari Muhammad Ali Nur dengan metode pemeriksaan wawancara kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Setelah Kadispenda, pihak penyidik masih membutuhkan tambahan keterangan dari beberapa saksi terkait. “Yang pasti, kami bekerja sangat hati-hati dengan asas praduga tak bersalah. Keterangan atau informasi yang disampaikan setiap saksi akan dikros check kembali hingga benar-benar valid kemudian dianalisis bersama,” katanya.

“Soal siapa tersangkanya? Yah, tentu saja diantara 20 saksi yang diperiksa berpotensi menjadi tersangka,”  tambah Budiyono. (emi)

3 thoughts on “Rp 5,3 M Tak Disetor ke Kas Daerah .:. Dugaan Korupsi di Dispenda Makin Terkuak

  1. korupsi memang sdh seperti membudaya yg kian merangsek msuk hampir kestiaap organ tubuh bngsa yg kian rapuh ini. slah 1 penyebabnya menurut intelektual islam Abd. Rahman IBNU KHALDUN ad nafsu hidup yg bermewah – mewahan dikalangan kelompok yg berkuasa sehingga uf menutup pengeluaran yg mewah itulah maka kelompok penguasa melakukan korupsi. boleh jdi pendapat ini jg menjadi pemicu lahirnya koruptor2 dinegeri ini termasuk SULTRA sbgai daerah yg miskin sumber daya ALAM maupun MANUSIA. pesan pada koruptor jgn lupa RUMAH MASA DEPA ad kuburan bukan istana yg kaukir dgn hasil jambretan curian dan garongan hak rakyat yg merupakan roh demokrasi dalam bangsa kt ini.

  2. Ini adalah temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Sultra yang termuat dalam LHP LKPD Prov Sultra TA 2007

  3. kadang-kadang tuhan menegur manusia dengan cara seperti itu membiarkan diri terhanyut dengan rona kemewahan yang sebenarnya hanya sesaat. sebelum ajal menyemput dan palu hakim diketok akuilah jika itu adalah kesalahan. jangan berikan makanan itu dari hasil yang tidak yang tidak terpuji kepada istri, anak-anak, dan cucu yang sesungguhnya anda mulai mengajarkan pendidikan korupsi meski anda tidak sadar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s