Alumni PT Non Akreditasi Dianggap Ilegal

Pimpinan Lembaga PT Bisa Dipidanakan

Kendari, KP
Syarat menyandang gelar sarjana, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi, untuk bisa diterima dalam dunia kerja dengan hanya mengandalkan ijazah sarjana. Sebab, harus diperhatikan juga status Perguruan Tinggi (PT) yang dimasuki. Salah seorang Tim Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof Dr dr Tjipto Suwandi MOH Sp OK, secara tegas mengatakan seorang sarjana baru dikatakan sah atau legal, jika berasal dari PT yang Program Studinya (Prodi) terakreditasi. Menurut Tjipto, sebuah lembaga pendidikan tinggi mestinya mengurus akreditasi Prodinya sebelum menelorkan alumni. Alasannya, alumni-alumni Prodi yang tidak terakreditasi tidak akan diterima di lapangan kerja karena dianggap tidak legal. “Akreditasi itu sangat penting bagi PT, baik negeri maupun swasta. Pasalnya, mutu lembaga dinilai dari aspek tersebut. Rata-rata lapangan kerja saat ini, mensyaratkan pekerjanya berasal dari lembaga yang terakreditasi. Sehingga jika asal Prodi seorang alumni tidak sah atau tidak terakreditasi, ia tidak akan pernah diterima di lapanagn kerja manapun,” terangnya ketika ditemui di salah satu acara kemarin (20/4).
Hal itu menurutnya, telah diatur dalam sistem pendidikan nasional lembaga pendidikan tinggi. Olehnya itu, para alumni yang berasal dari Prodi tak terakreditasi, ijazahnya dianggap asli tapi palsu. “Benar-benar dikeluarkan oleh PT, tapi tidak memperoleh izin dari negara,” kata Tjipto. Menurutnya, bukan hanya alumni PT non akreditasi saja yang dianggap ilegal, tapi alumni-alumni yang sudah bertahun-tahun menyelesaikan studi dan Prodinya baru sekarang terakreditasi juga bisa dianggap tidak sah. Sebab, idealnya sebelum menelorkan alumni Prodi harus sudah terakreditasi.
Lebih lanjut, Tjipto mengatakan pimpinan PT bisa dipidanakan, jika ketahuan menelorkan alumni tanpa lebih dulu melakukan legalitas dalam bentuk akreditasi terhadap lembaganya. Demikian halnya dengan pemakaian titel dari PT yang belum terakreditasi, bisa memperoleh nasib yang sama. “Pimpinan PT bisa dipidanakan kalau menelorkan alumni sebelum akreditasi, karena modusnya penipuan masyarakat. Masyarakat katanya dididik, tapi tidak bertanggung jawab atas lulusannya. Selain itu, juga melanggar Undang-undang. Bukan hanya pimpinan, tapi juga pemakai bisa kena sanksi pidana,” tegasnya. (cr5/yen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s