Dirugikan Abu Vulkanik

UEFA telah mengumumkan bahwa first leg Europa League digeber sesuai jadwal, yakni dini hari nanti. Meskipun, Inggris telah menerapkan larangan terbang untuk semua maskapai dan pesawat non-komersial yang berangkat dari teritorialnya. Itu artinya, Liverpool yang harus melawat ke Atletico Madrid dan Fulham yang bertamu ke Hamburg harus menempuh perjalanan lewat darat. Hasilnya, bukan hanya manajer Liverpool Rafael Benitez dan pelatih Fulham Roy Hodgson yang mengomel. Ribuan fans The Reds “sebutan Liverpool” yang awalnya berharap leg pertama ini ditunda juga menggerutu. Mereka terancam tidak jadi berangkat mendukung tim kesayangannya di Estadio Vicente Calderon.
Pengumuman UEFA bahwa laga Europa League digelar sesuai jadwal memang cukup mepet. Senin pagi, otoritas sepakbola Eropa itu hanya menegaskan bahwa first leg Liga Champions lah yang digeber tepat waktu. Sedangkan untuk Europa League belum bisa dipastikan. Baru Senin malam waktu setempat mereka mengumumkan bahwa jadwal first leg tidak dimundurkan.
Akibatnya, fans banyak yang tidak siap. Sebagian sudah telanjur membeli tiket pesawat untuk hari Kamis. Sebagian lagi tidak sempat minta izin cuti. Intinya, tidak ada yang menyangka bahwa mereka harus menempuh perjalanan dengan kereta api atau bus jika ingin menonton Liverpool berlaga. UEFA pun jadi kambing hitam.
“Kami para suporter selalu menjadi pihak yang terlupakan. Tapi ini bukan barang baru. UEFA dan organisasi lain sudah sering melakukannya,” kecam Garreth Cummins, salah satu fans Liverpool, kepada Reuters.
“Saya tidak ingat satu kali pun UEFA membuat keputusan yang berdasarkan kepentingan suporter. Atau paling tidak mempertimbangkan bagaimana baiknya buat kami. Tidak pernah,” lanjut pria yang juga merupakan anggota federasi suporter sepakbola internasional (FSF) tersebut.
Cummins mengaku memahami alasan UEFA bahwa penundaan jadwal akan membuat seluruh agenda terganggu. Juga tidak adil buat fans Atletico yang harus balik bertamu pekan depannya. Jika memang membuat keputusan yang berbeda dengan agenda semula, UEFA harus adil terhadap fans kedua kubu.
“Masalahnya, mereka telat sekali mengumumkan bahwa jadwalnya tidak diundur. Sampai Senin siang mereka belum mengatakan apa-apa. Kami jelas tidak punya cukup waktu untuk mengatur kembali rencana perjalanan,” beber Cummins. “Belum beli tiket kereta. Dan karena perjalanan memakan waktu lama, kami butuh minta izin cuti atau semacamnya,” tambahnya.
Cummins bilang, fans Liverpool diberi alokasi tiket sebanyak 2500 lembar. Angka penjualannya fantastis. Antara 1500 hingga 2000 tiket sudah beralih ke tangan suporter. Namun, Cummins tak yakin suporter yang muncul di Vicente Calderon dini hati nanti tidak akan sebanyak tiket yang terjual.
“Tiap orang yang saya tanyai menyatakan menyerah. Mereka tidak akan bisa ke Madrid lewat jalan darat. Jumlah kami pasti tidak akan sampai dua ribu orang. Saya akan terkejut kalau ada 500 orang saja yang hadir di sana,” kata Cummins dengan nada pesimistis.
Keluhan Liverpoodlian “sebutan fans Liverpool” ini dimanfaatkan Benitez untuk kembali memojokkan UEFA. Sejak awal, manajer asal Spanyol itu sudah mengeluhkan betapa tidak bijaksananya organisasi yang dipimpin Michel Platini tersebut untuk membiarkan agenda turnamen berjalan sesuai jadwal ketika situasi sedang emergency.
“Orang yang mengaturkan perjalanan buat kami sangat baik,” kata Benitez. “Tapi untuk fans, mungkin mereka tidak seberuntung kami. Mungkin mereka tidak bisa pergi, dan itu sangat disayangkan. Kami punya fans yang fantastis dan selalu memberi kami kepercayaan diri tiap melakukan laga away. Saya sangat kecewa mereka tidak bisa hadir di Madrid,” paparnya. (na)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s