Fatal, Herpes Serang Mata

Berobat sebelum Hari Ketiga

VIRUS varicella zoster (VZ) tak hanya menyerang badan. Virus penyebab herpes zoster itu bisa juga berkelana hingga ke area mata. Menurut dr Hendrian D. Soebagjo SpM, virus VZ gemar bercokol di area perbatasan antara kulit dan mukosa. Misalnya area pinggiran mulut, anus, atau genital. Mata termasuk area perbatasan tersebut. Tak heran, mata bisa menjadi lokasi jajahan VZ. “Kalau virus varicella zoster sudah beraksi di organ penglihatan, sebutannya bukan lagi herpes zoster, melainkan zoster ophthalmicus (ZO),” ujar spesialis mata dari RSUD dr Soetomo itu.Dengan masa inkubasi virus 3-5 hari, ZO ditandai dengan gejala yang sama. Yakni, diawali munculnya bercak merah. Lokasinya, area kelopak mata atas ataupun bawah. Setelah beberapa saat, bercak akan berubah wujud menjadi bintil berisi air, lama-kelamaan menjadi keruh. Pun diikuti meningkatnya suhu tubuh, nyeri, dan rasa panas seperti terbakar.
Ada kemungkinan, virus herpes zoster menyerang saraf nasociliaris, yakni persarafan yang menghubungkan hidung dan mata. Mulanya, bintil-bintil tersebut membentuk garis lurus di hidung. Setelah itu, virus merembet ke dalam bola mata dan menjadi radang (uveitis) atau menyerang kornea (keratitis).
Dalam kondisi parah, fungsi penglihatan akan menurun. Herpes yang masuk tadi menimbulkan abses. Efeknya, mata mudah perih jika terkena cahaya (photophobia), mudah berair atau nrocoh (epiphora), dan kelopak mata terus-menerus menutup (blepharospasme). “Kadang-kadang pandangan jadi berbayang atau seperti ada kabut,” kata Hendrian. Yang khas, ZO bersifat unilateral, maksudnya menyerang satu sisi tubuh.
Herpes di kornea itu berpotensi menimbulkan kerusakan hingga kebutaan. Terapinya sama dengan terapi herpes zoster yang bercokol di area tubuh lain. Pengobatan menggunakan antiviral ditambah analgesik selama 7-10 hari. Pada herpes yang masuk ke dalam bola mata atau kornea, bisa dilakukan tindakan pengeluaran abses.
Selama terapi, daya tahan tubuh harus ditingkatkan. Caranya, mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat. “Pengobatan makin efektif bila penyakit ditangani kurang dari 72 jam setelah infeksi,” terang alumnus FK Unair tersebut. Kalaupun tidak sanggup secepat itu, setidaknya jangan menunda pengobatan lebih dari lima hari setelah masa infeksi. Risikonya, virus mengkristal sehingga pengobatan berlangsung lebih lama.
Sayang, meski sudah diobati, virus herpes tidak bisa hilang tuntas. Pengobatan medis hanya mematikan sebagian besar virus. Sisanya akan mengkristal, lalu mengikuti aliran saraf dan berdiam di tempat “persembunyiannya” di dalam tubuh. Virus jahat akan muncul kembali ketika sistem imun lemah. (ai/c9/nda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s