Jalan Rusak di Areal Tambang

Kolaka, KP
Banyaknya perusahaan pertambangan yang beroperasi khususnya diwilayah Kecamatan Pomalaa, ternyata tidak memberikan dampak positif khususnya bagi perbaikan infrastruktur jalan. Yang terjadi justru sebaliknya jalan utama seperti  Kelurahan Huko-huko,Pesouha, Pelambua, Dawi-dawi, Tambea, Hakatutobu dan Oko-oko,  dalam  keadaan rusak dan berdebu.Ironisnya beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di Pomalaa tidak sedikitpun “tersinggung” dengan kondisi jalan yang rusak dan mengakibatkan polusi udara tersebut. Hal ini pula yang menjadi sorotan utama warga di wilayah tersebut saat anggota DPRD Kolaka khususnya dari daerah pemilihan Kolaka dua melakukan  reses. “Warga meminta pemerintah  memberikan perhatian serius terkait kerusakan jalan di wilayah pomalaa,” terang anggota DPRD Kolaka dari dapil dua Sirwan Jaya Razak.
Masalah lain yang meresahkan yakni  tumpang tindih kepemilikan lahan diperkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh PT Dama Jaya Lestari (DJL). Akibatnya hingga kini pihak perusahaan belum memberikan dana bagi hasil meskipun pengapalan minyak CPO telah dilakukan dua kali. “Masalah ini juga harus segera ditangai serius karena potensi konflik antara warga maupun dengan perusahaan cukup besar,” tambah politisi PAN ini.
Sementara itu reses yang dilakukan dewan di daerah lain menemukan masalah kekurangan tenaga kesehatan dan tenaga guru. Anggota dewan dari dapil tiga Syarifuddin MH mencontohkan beberapa fasilitas kesehatan di Kecamatan Ulu Iwoi dibiarkan terbengkalai karena tidak memiliki petugas. “Demikian halnya tenaga guru, ada satu sekolah Cuma satu guru PNS yang lainnya guru tidak tetap, sementara di beberapa sekolah lain masih ada guru yang berlebih, ini berarti penyebaran guru dari instansi terkait kurang mempertimbangkan kondisi ini,” terang Syarifuddin.
Ketua Komisi I Jony Syamsuddin lain lagi, permasalahan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) juga menjadi keluhan para kepala desa yang ditemui saat reses. Pasalnya Pemda kolaka masih berutang dua triwulan pada tahun 2009 lalu yang hingga kini belun juga dibayarkan. “Ini menjadi pertanyaan besar kenapa pemda tidak membayarkan tahun lalu, padahal ADD itu bersumber dari DAU, kalau nanti tahun ini baru mau dibayarkan ini melanggar aturan, pertanyaannya dana yang tahun lalau di kemanakan?,” ujar mantan lawyer kolaka ini.
Terkait berbagai masukan yang diperoleh saat reses, Joni mengatakan seluruhnya akan dibuat dalam bentuk laporan dan akan dibahas dalam paripurna dewan dan kemudian ditindak lanjuti ke pemkab Kolaka. (cr3/awl)

2 thoughts on “Jalan Rusak di Areal Tambang

  1. Setiap orang atau Badan Hukum Perdata yang terbukti melakukan pengrusakan Lingkungan, dan/atau melakukan pembiaran jalan rusak yangt merugikan masyarakat sekitar dapat dituntut pidana menurut undang-undang lingkungan hidup.- Laporkan saja ke Mabes Polri, biar cepat diusut tuntas;=-

  2. jangan cuman mau enaknya saja mengambil hasil alam yang tidak bisa diperbaharui aja donk,, setidaknya punya kewajiban moral kepada masyarakat tuk memperbaiki…. kebutuhan jalan kan untuk kebaikan kita bersama juga…. kan bisa kerjasama dengan pemda tuk memperbaikinya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s