Kajati “Gayus” Resmi Dicopot

Jakarta, KP
Poltak Manulang resmi meletakkan jabatannya sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Maluku. Kemarin (21/4), jaksa senior yang mendapat sanksi berat karena penanganan perkara kasus Gayus Tambunan itu melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat penggantinya, Soegiarto.Dalam sertijab yang dipimpin Wakil Jaksa Agung Darmono itu, Poltak tampak tenang. Bahkan dia cukup lantang mengucapkan kata demi kata saat menyerahkan memori sertijab pada Soegiarto. Soegiarto sebelumnya menjabat sebagai direktur penanganan pelanggaran HAM berat.
Usai acara, Poltak yang disanksi berkaitan dengan tugasnya saat menjabat direktur prapenuntutan bidang pidana umum, enggan berkomentar tentang pencopotan dirinya dari kursi Kajati Maluku. “Kalau pimpinan memutuskan seperti ini, kita laksanakan. Saya kan anak buah,” elak Poltak.
Meski demikian, Poltak menyatakan telah mengajukan keberatan atas sanksi yang dijatuhkan. Dia menolak mengungkapkan isi keberatannya. “Saya (ketika itu) cuma dir pratut. Pembelaan saya sekitar (tugas di jabatan) itu,” kata Poltak.
Saat ditanya dugaan aliran dana dari Gayus, Poltak mengelak. “Jangan bicara dana,” tegas dia. Bagaimana dengan kemungkinan diperiksa Mabes Polri? “Kita ini aparat penegak hukum. Di manapun diperiksa, siap-siap saja,” jawab Poltak yang selanjutnya akan bertugas sebagai jaksa fungsional pada jaksa agung muda perdata dan tata usaha negara (JAM Datun).
Poltak merupakan satu dari dua jaksa yang telah dijatuhi sanksi terkait ketidakcermatan dalam penanganan perkara Gayus. Satu lainnya adalah Cirus Sinaga yang dicopot dari jabatan asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Jateng. Dalam perkara Gayus, dia menjadi ketua tim jaksa peneliti (P-16). Selanjutnya, Cirus yang juga menjadi ketua tim JPU perkara Antasari Azhar akan bertugas sebagai jaksa fungsional di JAM Intelijen.
Namun pelaksaan sertijab Cirus dengan penggantinya dilakukan di Kejati Jateng. “Pelaksanaan penyerahan jabatan eselon III akan dilaksanakan oleh atasannya masing-masing (kepala Kejati, Red),” kata Darmono usai pelantikan.
Dia menegaskan, masih ada jaksa-jaksa yang terlibat perkara Gayus yang akan menyusul Poltak dan Cirus mendapatkan sanksi. Mereka adalah jaksa-jaksa yang pernah diperiksa oleh tim pemeriksa jajaran pengawasan Kejagung. “Semua sudah diperiksa dan dijatuhi hukuman sesuai derajat kesalahannya masing-masing,” kata mantan kepala Kejati DKI Jakarta itu.
Meski usulan sanksi disiplin sudah disetujui oleh jaksa agung, namun Darmono belum bisa menyebutkan nama-nama jaksa itu. Sebab, laporan tersebut masih ada di meja JAM Pengawaasan (JAM Was) Hamzah Tadja. “Selengkapnya akan dijelaskan JAM Was dalam satu-dua hari,” katanya.
Hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi resmi tentang adanya aliran dana yang masuk ke kantong jaksa terkait perkara Gayus. Baik dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) maupun laporan dari masyarakat.
JAM Pidsus Marwan Effendy mengatakan mendengar informasi bahwa ada pengakuan dari Gayus tentang dana yang dianggarkan untuk jaksa peneliti kasus Gayus. Permasalahannya, penyidik belum menemukan bukti pendukung. “Mungkin dari PPATK tidak bisa menemukan karena prosesnya hand by hand (tunai), tidak lewat transfer,” katanya.(fal/iro)

One thought on “Kajati “Gayus” Resmi Dicopot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s